Senin, 29 Juli 2019

Transportasi dan Infrastruktur Nyaman Di Mata 3 Generasi

22.52 35 Comments




Kasus 1
“Ibu, kita naik Grab aja.”
Kalimat itu terlontar dari mulut mungil anak pertama saya yang baru berusia 3 tahun. Di usinya yang masih sangat belia, dibenaknya sudah tertanam label transportasi taksi online. Ia pun sudah sangat paham bagaimana caranya memesan transportasi modern ini. Dan, sebaliknya, jangan tanyakan ia apa itu angkot (Angkutan Umum). Ia bahkan tak pernah mengenal bagaimana rasanya naik kendaraan satu ini.


Kasus 2
“Mbak, nanti jalan ke pertigaan jalan, saya parkir di depan Indo***t.”
“Nggak langsung jemput di depan saja, Mas?”
“Saya nggak berani, Mbak. Kemarin saja ada yang kena, Mbak.”
Sebuah pesan dari pengemudi taksi online yang kami pesan setelah turun dari kereta. Antara kesal tapi nggak bisa banyak komentar juga karena memang itu aturannya. Padahal waktu itu saya dan suami bawa dua koper sambil menggendong dua anak. You can imagine. Betapa riweuh bin butuh perjuangan nih buat emak-emak kayak saya.  

Kita lihat satu persatu kasus di atas. Kasus pertama, itu hanyalah satu contoh kecil, ketika generasi Alpha begitu akrab dan bisa cepat menyatu dengan perubahan yang ada. Mereka bahkan tidak pernah merasakan bagaimana berdesak-desakan di dalam angkutan umum yang sudah tak layak jalan.

Kasus yang kedua, saya dan suami yang merupakan bagian dari generasi milenial merasa jauh lebih nyaman menggunakan taksi online. Namun, ditengah kehadiran moda transportasi umum online, terjadi ketidakharmonisan antara pengemudi taksi online dengan taksi atau ojeg konvensional dan tukang becak serta pengemudi angkot. Para pengemudi konvensional tidak bisa membuka mata mereka kalau zaman telah berubah. Mereka hanya bertahan dengan caranya dan menolak perubahan.


Mungkin timbul pertanyaan, kenapa saya, dan mungkin kebanyakan orang rela dan keukeuh untuk memilih taksi online daripada taksi konvensional atau angkutan umum? Ada dua alasan terpenting, nyaman dan aman. Nyaman, karena biasanya si pengemudi berusaha membuat kendaraannya enak untuk ditumpangi. Pertama kali masuk saja, sudah tercium parfum mobil dan sapaan si pengemudi yang ramah, ditambah tempat duduk yang nyaman dan diiringi musik, siapa yang tidak betah mendapat pelayanan seperti itu?

Nah, yang kedua, kita merasa aman kalau memilih taksi online. Dengan aplikasi yang bisa terpantau dan juga terekam, setidaknya bisa meminimalisir kejahatan yang sering terjadi di dalam transportasi umum. Kalaupun pernah terjadi kasus, itu biasanya karena si penumpang kurang aware dengan ‘kenakalan’ si pengemudi.

Dari dua kasus yang mungkin pernah dialami oleh setiap orang itu bisa kita satu benang merah, kalau keberadaan transportasi umum online jauh lebih diterima oleh masyarakat. Apa sih sebenarnya yang menjadi alasan utama diterimanya kehadiran transportasi online tersebut? Bagaimana dengan infrastruktur di era digital sekarang? Apa sudah terasa nyaman bagi kaum milenial, generasi Z dan Alpha?


Pengertian Transportasi dan Infrastruktur



Apa itu transportasi?

Sumber: www.gambaranimasi.org



Menurut Steenbrink (1974), pengertian transportasi adalah perpindahan orang atau barang dengan menggunakan alat atau kendaraan dari dan ke tempat-tempat yang terpisah secara geografis.


Apa itu infrastruktur?




Menurut Neil S. Grigg, pengertian infrastruktur ialah sistem fisik yang menyediakan sarana transportasi, drainase, pengairan, bangunan gedung serta fasilitas publik lainnya, yang mana sarana ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia baik itu kebutuhan ekonomi maupun kebutuhan sosial.


Hubungan Antara Transportasi dan Infrastruktur


Sumber: www.gambaranimasi.org


Dari kedua pengertian kata tersebut, kita bisa melihat adanya saling keterkaitan. Dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Keduanya saling berhubungan dan mendukung. Kenapa?

Kita bisa menyimpulkan kalau transportasi itu merupakan bagian dari infrastruktur. Kalau kita perhatikan memang sangat logis ketika sarana transportasi itu dikatakan sebagai bagian dari infrastruktur. Coba kita amati benar-benar, sebuah moda transportasi bisa dikatakan nyaman kalau jalannya bagus, tempatnya (terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan) sangat representative, serta pendukung lainnya juga memadai.

Berbicara tentang infrastruktur dan transportasi di negeri ini, tentu saja sudah mengalami banyak perkembangan. Hal itu sejalan dengan perkembangan zaman. Kita yang hidup di era revolusi industry 4.0 memang memiliki pola pikir yang berbeda dengan mereka yang dibesarkan di zaman tekstual.

Generasi Y atau milenial sudah semakin open minded. Mereka memiliki pola pikir yang jauh berbeda dengan generasi X. Apalagi kalau kita melihat generasi Z dan Alpha, cara berpikir mereka sudah jauh lebih cepat. Ingat ya, generasi Z dan Alpha itu bukan generasi instan tapi generasi yang super cepat. Nah, Kaum milenial dan Generasi Z serta Alpha memiliki 3 kunci dalam memilih sesuatu, termasuk transportasi dan infrastruktur. Apa saja ketiga kunci tersebut?


Generasi Y, Z dan Alpha




Generasi Y (Milenial)
Generasi milenial atau disebut juga Generasi Y ialah mereka yang lahir pada rentang tahun 1980-an hingga 1995. Generasi ini merupakan satu-satunya generasi yang melewati era millennium kedua.

Generasi Z
Generasi Z ialah mereka yang terlahir pada rentang waktu 1995 – 2010. Generasi ini sangat familiar dengan dunia digital. Mereka sangat aktif di sosial media.

Generasi Alpha
Generas Alpha ialah mereka yang lahir dimulai tahun 2010. Tentunya generasi ini jauh akrab dan mahir dengan dunia teknologi.


3 Kata Kunci Di Mata 3 Generasi
Meskipun terlahir di rentang waktu yang berbeda, tapi ketiga generasi ini memiliki satu kesamaan. Ya, ketiga generasi ini mempunyai pola pikir yang sama. Cara berpikir dari tiga generasi ini merujuk pada 3 kata kunci. Apa saja 3 kata kunci itu?
 (1) Cepat 

Sumber: www.pusid.com



 (2) Aman 

Sumber: www.videoblocks.com



(3) Nyaman

Sumber: www.videoblocks.com



Kita semua tidak bisa menutup mata, generasi Y, Z dan Alpha akan memperhitungkan ketiga kata kunci tersebut. Mereka tidak akan berpikir lama dengan seberapa materi yang harus dikeluarkan, karena investasi waktu jauh lebih penting. Ya, ketiga generasi tersebut akan jauh lebih memilih transportasi dan infrastruktur yang bisa digunakan dan sekaligus diakses dengan cepat, aman dan nyaman.

Efektivitas, itu sebenarnya yang dikejar oleh generasi Y, Z dan Alpha. Pola pikir yang sudah berubah menjadikan pola perilaku juga berubah. Mereka menganggap waktu untuk karier dan passion jauh lebih penting.

Sebenarnya keberadaan moda transportasi umum online merupakan jawaban dan solusi dari kebutuhan ketiga generasi tersebut. Sekarang ini, orang-orang akan jauh lebih memilih moda transportasi online daripada konvensional. Apalagi, kehadiran moda tersebut memberikan kelebihan yaitu dari segi harga pun jauh lebih murah. Artinya, kaum milenial yang awalnya berpikiran ingin sesuatu yang CAN (Cepat, Aman dan Nyaman), mereka pun mendapat bonus lebih, yaitu jauh lebih ekonomis.

Dan kita bersyukur, karena sistem transportasi umum sekarang ini, hampir semuanya sudah bertransformasi. Kita bisa perhatikan, dari mulai transportasi darat, udara dan laut, sudah bisa diakses secara digital. Sebuah nilai positif karena bisa jauh lebih cepat, aman dan nyaman. Semuanya sudah memenuhi kebutuhan generasi Y, Z dan Alpha.

Dengan adanya transformasi tersebut, maka disadari atau tidak, akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi baik daerah maupun pusat. Bisa kita rasakan bersama bagaimana efek positif ketika transportasi dan infrastruktur di sebuah daerah itu baik, maka pertumbuhan ekonominya pun semakin pesat. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena transportasi dan infrastruktur merupakan factor penunjang dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Artinya, keberadaan transportasi dan infrastruktur yang sudah bertransformasi ke arah yang lebih baik, harus benar-benar dijaga dan tentunya ditingkatkan. Karena ketika terjadi kerusakan, maka tentu saja membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Untuk itulah dibutuhkan pengelolaan risiko yang jauh lebih cerdas.

Intinya, di era digital sekarang ini, keberadaan transportasi dan infrastruktur memang harus mengikuti perubahan. Kita tidak bisa mempertahankan cara dan model lama untuk tetap bertahan. Kalau kita tetap mempertahankan cara lama, maka kita yang akan tergerus oleh perubahan itu sendiri.