Rabu, 29 Januari 2020

Hanya Rindu

22.23 52 Comments

Sebelumnya saya hanya ingin mengatakan satu hal kepada siapapun yang membaca tulisan ini. Coretan ini bukan sekadar curhatan, tapi ini adalah terapi bagi saya. Jujur saja, selama 4 bulan terakhir ini saya merasa labil. Bibir boleh saja tersenyum, tapi dalam hati ini masih ada tangisan yang tak bisa hilang. Masih ada sesak dalam hati ketika mengingatnya lagi. Bukan karena saya tak menerima takdir, tapi rasa rindu yang belum sempat terobati. 


4 Oktober 2019
Tanggal ini tak akan pernah bisa saya lupakan. Seminggu sebelumnya saya mendapat kabar kalau Mamah dan Kakak ketiga akan datang ke Jember. Siapa yang tak senang akan bertemu dengan ibu sendiri setelah hampir satu tahun tidak jumpa?

Rasa sedih saya agak sedikit terobati karena sebulan lalu tidak bisa pulang ketika mendengar kabar Bapak meninggal. Ya, tepat Hari Raya Idul Adha, Bapak meninggalkan kami untuk selamanya. Saya tidak bisa melihat Bapak untuk terakhir kalinya karena suami dan kedua anak saya sedang sakit. Perjalanan Jember – Bandung bukanlah jarak dekat. Membawa dua balita dalam kondisi sakit memang terlalu beresiko.

Saat itu, saya sedih, kecewa, kesal karena tidak bisa pulang. Tapi, Mamah dan kakak-kakak saya pun memberikan saran untuk tidak memaksakan pulang. Mamah mengatakan doakan saja Bapak. Ah, rasanya ingin sekali berlari dan memeluk Bapak untuk terakhir kalinya.

Sepeninggal Bapak, Mamah memang terlihat berbeda. Mamah lebih memilih untuk tidur di ruang TV daripada di kamar. Setiap kali menelpon Mamah, selalu semuanya tentang Bapak yang diceritakan.

Melihat Mamah yang masih terus memikirkan Almarhum Bapak, kakak saya yang ketiga pun menawarkan untuk mengajak Mamah ke Jember. Mamah menyambutnya langsung. Mamah begitu bersemangat untuk ke Jember.

Awalnya kakak ingin memberikan kejutan dengan tidak memberikan kabar. Tapi, atas saran kakak kedua saya, akhirnya saya pun dikabari seminggu sebelumnya. Setelah mendapat kabar itu, saya menjadi jauh lebih bersemangat. Rasa rindu ingin bertemu dan bercerita dengan mamah akan terobati.

Kamis, 3 Oktober 2019, Mamah dan kakak saya pun berangkat menggunakan Kereta Api sore hari dari stasiun Kiaracondong, Bandung. Sesaat setelah naik, saya pun melakukan video call dengan Mamah, terlihat raut wajah senang. Bahkan beberapa kali Mamah mengatakan itu, “Mamah senang mau ke Jember. Ini pertama kali, loh.” Itulah yang diucapkan Mamah berulang-ulang.

Menurut cerita kakak, di sepanjang perjalanan Mamah banyak cerita. Selain itu, kakak pun mengajak Mamah untuk mencoba berbagai makanan yang ada di kereta. Bahkan, kakak sempat ditegur karena jajan terus. Tapi, memang niat kakak ingin membuat Mamah senang.

Singkat cerita, pagi hari tepatnya pukul 7, kereta yang ditumpangi Mamah pun tiba di Stasiun Gubeng Surabaya. Di Whatsapp Group keluarga, kakak selalu membagikan foto Mamah. Dan, itu menjadi bahan obrolan kami di group.

Setelah sampai, kakak pun mengajak Mamah sarapan. Mamah terlihat menikmati makanannya. Tidak biasanya, Mamah menyantap nasi pecel pesanannya sampai habis. Mamah terlihat sehat dan senang.

“Mamah ada kamar mandi bersih, kalau Mamah mau mandi, sambil nunggu kereta yang ke Jember.”
“Nggak ah, Mamah pengen mandi di rumah Neng Intan aja.”

Tepat pukul 9 pagi, kereta menuju Jember diberangkatkan. Mamah terus bertanya berapa jam lagi sampai di Jember. Mamah sepertinya sudah tidak sabar untuk tiba di Jember. Dan, itu pun yang saya rasakan. Beberapa kali saya menanyakan posisi Mamah sudah ada di mana.

Senyuman terakhir Mamah di Kereta menuju Jember


3 menit sebelum jadwal kereta berhenti di Stasiun Jember, saya mengirim WA menanyakan kabar Mamah dan memberi tahu kalau suami saya yang akan menjemput. Saking senangnya, sampai-sampai kata-kata saya di WA nggak nyambung, malah saya sempat diguyonin, ternyata penulis juga bisa salah nulis ya.

Di rumah, saya mempersiapkan makan siang. Tapi, saat sedang asyik menggoreng ikan, tiba-tiba suami saya menelpon.

“Neng jangan panik, Mamah pingsan dibawa ke klinik stasiun.”

Deg… Perasaan saya langsung tak menentu. Saya tinggalkan dapur dan duduk di runag tengah. Saya terus berdoa untuk kesembuhan Mamah. Tapi, entah kenapa ada sebersit pertanyaan dalam hati kecil saya, “Apa saya masih bisa bertemu Mamah?”

Telpon berbunyi lagi. Suami saya kembali menghubungi saya. Saya angkat telponnya, tapi tak ada satu kata pun yang terdengar, hanya tangisan.

Saya berteriak dan memaksa suami saya berbicara. Telepon ditutup. Namun, selang berapa menit, kembali berbunyi, “Neng Mamah udah nggak ada.”

Rasanya hati ini hancur. Semua rencana untuk memuliakan Mamah tak akan terwujud. Padahal saya dan suami sudah punya niat ingin membahagaikan Mamah di sini. Saya ingin mengajak kemana pun Mamah minta. Ya, selama 9 tahun merawat Bapak yang sakit memang membuat Mamah tidak pernah kemana-mana.

Man proposes, God disposes. Ya, pada akhirnya saya harus memahami ungkapan ini. Kita memang hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang Maha Menentukan. Rencana hanya tinggal rencana.

Keinginan Mamah untuk mandi di rumah saya terpenuhi, tapi dimandikan oleh anak bungsunya ini. Keinginan Mamah untuk ke Jember terpenuhi meski hanya baru menapakkan kaki di Stasiun. Keinginan Mamah untuk naik kereta api terpenuhi, meski ini benar-benar yang pertama dan terakhir.

Innalillah wa inna ilaihi rooji’uun. Saya pun harus terus memahami maknanya. Ya, semua ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Kita semua sayang Mamah, tapi Allah jauh lebih sayang Mamah. Kita semua ingin memuliakan Mamah, tapi Allah jauh akan memuliakan Mamah.

Bagi saya Mamah adalah panutan. Sosok istri yan selalu taat patuh kepada suami. Selalu menjadi sahabat, partner dan juga penenang bagi suami. Mamah juga sosok ibu yang luar biasa. Mamah selalu ada untuk kami. Saya belajar hidup dan kehidupan dari Mamah. Wanita hebat, sabar, setia, tak pernah mengeluh dan selalu berbagi itu telah pergi.

Mah, Neng kangen Mamah…

Mamah sama Kakak Azka. Jalan-jalan keliling Bandung 2 tahun yang lalu.



Teman-teman, kembali lagi, siapapun yang membaca tulisan ini, saya mohon doa untuk kedua orang tua saya yang sudah tiada. Dan, bagi siapa saja yang paham dengan ilmu psikologi, saya akan sangat membuka diri kalau teman-teman memberikan saran agar saya bisa bangkit. Karena sejak kejadian itu, saya mengalami trauma yang luar biasa.

Ya, saya mengalami rasa kehilangan dan ketakutan yang luar biasa. Ketika suami dan anak saya pulang telat dari masjid pun, badan saya tiba-tiba lemas dan langsung nangis. Saya juga butuh waktu satu bulan untuk bisa berani melewati Klinik dan Rumah Sakit tempat Almarhum Mamah dinyatakan sudah tidak ada.

Tulisan ini sarana terapi saya. Terima kasih sudah membacanya.

Rabu, 08 Januari 2020

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash: Sensasi Mandi Parfum Mewah

21.24 51 Comments





Percaya nggak kalau saya tuh mandi bisa sampai 5 kali dalam sehari? Udah kayak jadwal sholat wajib aja ya?

Tapi, ini serius lho. Sejak tinggal di Kota Tembakau, saya jadi rajin banget mandi. Padahal dulu pas tinggal di Kota Kembang, ritual mandi hanya 2 kali sehari dan dalam satu kerlipan mata. Nah, kalau di Jember ini, kadang 5 kali sehari aja masih berasa kurang.

Sempat kepikiran sih, takut kulit jadi kering. Nah, untuk menyiasatinya, saya selalu menggunakan lotion pelembab setelah mandi. Dan, satu lagi, karena saya tuh paling suka wangi, jadi hukumnya wajib kalau habis mandi pakai parfum. Kebayang nggak parfum cepat habis hehehe…

Tapi, saya sekarang senang banget lho. Kenapa? Ternyata ada solusi yang bisa bikin kulit tidak kering dan ada bonusnya juga. Kita bisa merasakan wangi parfum setiap habis mandi. Pokoknya saya bisa mendapatkan sensasi mandi parfum yang belum pernah dirasakan sebelumnya. 


Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

VITALIS. Siapa yang tidak mengenal brand satu ini. Aroma parfum mewah menjadi ciri khas ketika kita menyebut nama vitalis.

Vitalis sebagai market leader di pasar female fragrance memiliki expertise yang sangat tinggi dalam hal parfum. Vitalis sangat mengetahui trend dan olfactive (karakter) parfum yang sangat disuksi konsumen. Hal tersebut didapat dari hasil riset, studi dan eksperimen.

Pada pertengahan tahun 2019, Vitalis ingin membawa expertise-nya di bidang parfum ke dalam produk body wash. Kenapa harus body wash? Hmmm… Karena kebanyakan orang membeli produk body wash berdasarkan aroma parfumnya. Dan, Vitalis sangat memahami tentang parfum.

Selain aroma parfum, produk body wash yang paling banyak dicari ialah yang tidak membuat kulit kering. Oleh karena itu, Vitalis menambahkan High Quality Moisturizer. Dengan kandungan ini, kelembaban kulit akan tetap terjaga setelah menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash.

3 Varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash memiliki tiga pilihan varian dengan extra benefit yang berbeda pada tiap pilihannya. Ketiga varian tersebut ialah:
  • White Glow




White Glow memberikan manfaat Skin Brightening untuk kulit terlihat lebih cerah, terasa halus dan lembut.

Aroma parfum yang digunakan pada varian ini memiliki top note dengan aroma fruity dari paduan manisnya Cherry dan Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow dan Gardenia yang lembut dan elegan, dibungkus dengan kombinasi Woody dan Suede yang glamour dan long lasting.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow juga diperkaya dengan ekstrak Licorice dan susu, yang membantu merawat kulit hingga tampak bersih dan bersinar.


  • Fresh Dazzle



Fresh Dazzle memberikan manfaat Skin Refreshing untuk kulit terasa segar, halus dan lembut.
Parfum yang digunakan pada varian ini diawali dengan segarnya wangi Bergamot, diikuti wangi Floral Bouquet yang elegan dan feminine dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang long lasting.
Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan Anti Oksidan dari Green Tea, yang menjaga kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat.


  • Soft Beauty


Soft Beauty memberikan manfaat Skin Nourishing untuk kulit terasa halus, lembut dan terawat.

Parfumnya dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose dan Violet yang feminine, diakhiri dengan manisnya Tonka Bean dan Sandalwood yang premium.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty, diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E, untuk membantu menjaga kulit tetap terasa kenyal, halus dan lembut.


Nah, itu dia 3 varian dari Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash. Kalau saya suka tiga-tiganya. Hmmm... Pemakaiannya tergantung situasi. Kalau badan teras lelah, habis panas-panasan, terus pingin relax, biasanya saya pakai yang Fresh Dazzle. Setelah mandi, badan terasa segar. Tapi, jujur ya nih, setelah mandi pakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash, biasanya mood bakalan jadi lebih enak. Apalagi aroma parfumnya itu, euhhh bikin tambah semangat.


2 Kelebihan Lain Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

  • Halal




Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash telah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Jadi kita tidak perlu khawatir ketika menggunakannya. Labelnya tertera jelas di bagian belakang kemasan body wash ini.

Bagi saya dan pastinya teman-teman muslim, kehalalan itu sangat penting. Apalagi produk ini dipakai kita sehari-hari. Kita akan jauh lebih tenang ketika menggunakannya. 

  • Tutup Kemasan Unik dan Aman





Ada yang beda dari kemasan Vitalis Moisturizing Body Wash. Awalnya saya juga bingung bagaimana membuka tutup botol body wash ini. Eh, ternyata kemasannya didesain unik. Kita hanya perlu menekan tutup botol, dan sabun bisa keluar sesuai dengan takaran yang kita inginkan. Desain tutup botol seperti ini pun membuat jauh lebih aman ketika terjatuh. Isi dari kemasan tidak mudah tumpah. 

Pengalaman pribadi saya yang punya dua anak balita, kadang suka penasaran dengan barang baru. Nah, ada kejadian, anak pertama saya membuka tutup botolnya dan jatuh. Tapi, ternyata tidak ada satu tetes pun yang keluar dari kemasannya. Jadi, saya nggak perlu menaikkan suara satu oktaf deh hehehe... 


Sekilas Tentang PT. Unza Vitalis

Memang tidak bisa diragukan lagi kualitas Vitalis body Wash ini. Vitalis Perfumed Moisturizing Body wash ini merupakan salah satu produk dari PT. Unza Vitalis.

PT. UNZA VITALIS merupakan produsen produk perawatab kulit dan tubuh serta fragrance dengan merek-merek ternama. Kita pastinya tahu dengan VITALIS, SUMBER AYU, IZZI, ENCHANTEUR, ROMANO, DOREMI, SAFI dan BIO ESSENCE. Saat ini, PT. Unza Vitalis memimpin pasar Indonesia di kategori fragrance.

PT. UNZA VITALIS adalah bagian dari Wipro Consumer Care & Lighting Group, salah satu produsen dan pemasar produk perawatan tubuh terkemuka di Asia Tenggara dengan merek-merek yang difokuskan untuk jutaan konsumen di Asia. Wipro Consumer & Lighting Group memproduksi dan memasarkan lebih dari 24 merek unggulan di 50 negara diantaranya terdapat di Asia Tenggara, China, India dan sekitarnya.  

Jadi, memang Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash benar-benar produk berkualitas. Selain memiliki memiliki “Superior Parfum”, Vitalis Body Wash juga mempunyai skin benefit yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit wanita Indonesia. Tidak hanya itu, dengan menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash, kita akan mendapatkan pengalaman mandi parfum yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Wangi parfum glamor benar-benar akan kita dapatkan.

Dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash, menjadikan wanita Indonesia jauh lebih percaya diri dan bersemangat dalam meraih mimpinya. Vitalis, pancarkan pesonamu, raih bintangmu.