7 Fakta Menarik Seputar Batik Agar Kamu Lebih Bangga dan Cinta



 

Hai! Gimana nih kabarnya sobat klik? Pandemi ini membuat kita kayak naik roller coaster ya? Apalagi selama dua tahun nggak kemana-mana. Mau shopping, hanya sebatas bisa belanja online, untungnya ada blogklikindomaret yang bisa membuat kita happy dengan informasi super hemat atau harga hebohnya. 😊

 

Tapi, tetap saja kita kangen jalan-jalan atau ngumpul bareng teman-teman. Pokoknya kangen banget bisa jalan asyik pakai batik, meskipun hanya sekadar ngopi cantik bareng sobat klik

 

Ngomong-ngomong soal batik, udah pada tahu kan kalau sebentar lagi kita bakalan memperingati hari batik nasional? Yap, betul banget, setiap tanggal 2 Oktober kita memperingati Hari Batik Nasional.

 

Sebagai warga Indonesia, kita kudu bangga loh dengan batik. Buang tuh jauh-jauh pikiran kalau batik itu identik dengan orang tua, batik itu nggak gaul, batik itu nggak asyik.

 

Kita harus pede ketika mengenakan batik. Mencintai batik berarti sama dengan mencintai budaya kita sendiri. Oke, biar sobat klik lebih cinta dan bangga dengan batik, ini dia 7 fakta menarik tentang batik yang harus kamu tahu:

  1. Batik berasal dari dua kata bahasa jawa, amba dan titik. Amba artinya menulis, titik artinya titik. Jadi artinya menulis titik.
  2. Batik sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit
  3. Batik pertama kali diperkenalkan dikancah internasional pada tahun 80an oleh Presiden Soeharto.
  4. Presiden Soeharto mengenakan batik pada saat menghadiri konferensi PBB.
  5. Batik dijadikan cinderamata tamu-tamu negara.
  6. Batik ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO sejak tanggal 2 Oktober 2009
  7. Ada 5.849 motif batik Indonesia yang tersebar dari Aceh hingga Papua (Berdasarkan penelitian yang dilakukan Bandung Fe Institute dan Sobat Budaya pada tahun 2015)

 

Nah, itu dia fakta unik tentang batik. Gimana sobat klik? Jadi batik itu keren, kok. Oya, sedikit cerita nih ya. Dulu, ketika masih single, salah satu profesiku itu mengajar BIPA. Ada yang tahu BIPA? Yap, BIPA itu Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing.

 

Aku mengajarkan Bahasa Indonesia kepada orang-orang asing, khususnya dari Belanda akan berlibur atau bekerja di Bandung. Bahkan ada yang belajar Bahasa Indonesia karena menikah dengan orang Bandung dan ingin bisa berkomunikasi dengan keluarga besar istrinya.




 

Ketika mengajar biasanya aku selalu mengenakan batik. Alasannya tentu saja ingin memperkenalkan batik kepada mereka. Tidak jarang mereka tertarik dan banyak bertanya tentang baju batik yang aku pakai. Bahkan pernah ada salah satu muridku yang langsung mengenakan batik keesokan harinya. Dan, dia memintaku untuk mengomentarinya.

 

Menurutku, motif batik itu keren. Apalagi sebagai orang yang lahir dan besar di Pulau Jawa, tentu saja sangat lekat dengan batik. Jadi, ada kebanggaan tersendiri ketika bisa mengenakan dan sekaligus memperkenalkan batik kepada orang-orang asing.

 

So, buat sobat klik semua, kita harus bangga mengenakan batik. Batik merupakan produk lokal, warisan budaya dan sarat akan makna di setiap motifnya. Yuk, cintai dan pakai batik mulai sekarang sebagai wujud melestarikan budaya bangsa Indonesia!

 


Posting Komentar

10 Komentar

  1. Wah menarik faktanya, aku tuh pengen batik yang benar2 batik asli, gamau batik cap pabrik, pasti harga dan kualitas beda ya

    BalasHapus
  2. Selamat hari batik, cintai lah produk Indonesia

    BalasHapus
  3. Yap Batik memang seni tradisional yang harus kita banggakan. Pengen juga batikan resmi lagi tapi kerjanya dari rumah nih.

    BalasHapus
  4. gak nyangka bangsa Indonesia akan sebangga ini pada batik

    soalnya alm ibuku dulu jualan batik

    sampai boseb pakai batik :D :D

    BalasHapus
  5. Bangga dong pake Batik. Aku selalu ngasi kado batik kalo kebetulan yg dikasi cowo..
    keren aja liat cowo pake batik hehe

    BalasHapus
  6. Ya ampun! Aku baru ngeh kalau batik itu singkatan dari amba dan titik. Akhirnya misteri itu terjawab sudah.

    Waktu aku ikut pertukaran pelajar dulu, aku mengenakan batik di hari-hari yang aku rasa penting. Bikin anggun dan aku merasa cantik

    BalasHapus
  7. Selamat hari batik Nasional 2 Oktober 2021. Wah, tepat sekali ya pas hari batik kadang ngajar saya pake batik. Suka aja motif2 batik, bahkan setiap daerah sudah ada corak/motif batiknya yang unik dan menarik untuk dicoba.

    BalasHapus
  8. Batik sekarang udah gak mandang gender dan gak mandang usia lagi. Udah milenial, udah gen-Z, udah melokal pokoknya. Kalo dulu kesannya yang pake batik itu cuma orang tua, orang berada, atau orang dari keluarga terhormat. Jarang anak muda suka batik karena katanya tuwir banget. Sekarang malah mereka bangga pake batik. Selamat Hari Batik Nasional mba. Sekalian titip pesan, jangan pernah menawar harga batik, karena kita bukan cuma membeli kainnya, tapi juga peluh keringat para pengrajinnya, serta budayanya.

    BalasHapus
  9. Aku sendiri jarang pakai batik. Dulu pas masih kerja selalu pakai. Cuma sebenarnya yang perlu dilestarikan adalah kain indonesia yang masih banyak bukan hanya batik saja kali ya.

    BalasHapus
  10. Aku pecinta kain Nusantara, mbak. Termasuk batik. Dan senangnya suami juga sama. Jadi kalau dia tugas ke luar daerah atau kami traveling ke tempat yang punya batik khas, aku beli sebagai koleksi. Jadi punya yang batik tulis dan batik cap meski belum lengkap nih...

    BalasHapus