Rabu, 11 September 2013

Miss World oh Miss World

Beberapa hari ini bangsa kita ramai membicarakan acara yang bikin heboh, Miss World. Siapa orang yang tidak mendengar tentang pro dan kontra tentang kontes kecantikan ini. Dan kedua belah pihak tidak menemukan titik temu sedikit pun. Ya, karena memang dimana-mana, pro dan kontra tidak akan bisa bersatu.

Banyak orang yang merasa risih dengan acara Miss World, termasuk saya. Karena kontes seperti ini hanyalah menjadi ajang mengumbar aurat. Wanita dijadikan komoditas untuk meraup keuntungan bagi beberapa pihak.Tapi, anehnya wanitanya sendiri tidak merasa dijadikan alat pemuas nafsu belaka. Mereka merasa inilah program yang bisa membuat harkat dan martabat wanita sejajar dengan kaum adam.

Lucu memang, sekarang itu kadang sesuatu yang menyakitkan sudah dikemas menjadi hal yang menggiurkan. Kalau kita perhatikan dengan cermat kontes Miss World ini, yang katanya menilai wanita tidak hanya dari kecantikan fisik saja, tai juga dari perilaku dan kecerdasan.

Perilaku dan kecerdasan? Ciyuus?
Sebenarnya apa sih definisi dari perilaku? Perilaku ialah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. Nah, seseorang dikatakan memiliki ‘behaviour’ yang bagus, jika ia mampu untuk menempatkan diri dengan baik. Mereka yang memiliki behaviour yang baik, tidak akan terus keukeuh terhadap hal yang dinilai tidak sesuai dengan norma dan budaya yang ada.


Sekarang, apa itu kecerdasan? Kecerdasan ialah kesempurnaan perkembangan akal budi. Sudah sangat jelas bukan? Seseorang dikatakan cerdas jika ia memang memliki kesempurnaan akal budi. AKAL dan BUDI. Cerdas itu bukanlah sesuatu yang hanya berhubungan dengan titel yang panjang dan lulusan dari universitas terkenal. Cerdas itu KESEMPURNAAN AKAL BUDI.

Namun, semuanya kembali kepada VALUE setiap individu. Mungkin, bagi mereka yang setuju merasa hal seperti itu biasa dan tidak akan mengundang murka Allah SWT. Tapi, bagi kami yang tidak setuju, masih banyak cara yang LEBIH TEPAT untuk memuliakan dan mengangkat harkat dan martabat wanita.


Ingatlah, wanita itu terlalu indah untuk diperlakukan seperti itu. Wanita terlalu mulia untuk dihinakan dengan kontes yang tidak bermutu seperti itu. Dunia ini selalu merindukan wanita yang menyadari fitrahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar