Kamis, 30 Januari 2014

Kamis Inggris Bareng Miss (3)

09.12 0 Comments

I’ll share the other examples of idiom. There’s something different for today, because I’ll translate into Bahasa. Some of the readers want to know the translation in Bahasa. As you know my motto is always listening always understanding :).
1. Apple of your eye : Sesuatu atau orang yang sangat spesial
2. Achilles heel : Titik kelemahan seseorang
3. Banana republic : Negara kecil yang diatur oleh pemimpin yang korup
4. Burn rubber : Mengemudi dengan cepat ke suatu tempat
5. Chase your tail : Sibuk tapi tidak produktif
6. Cloud nine : Sangat senang
7. Come rain or shine : Pasti datang, walaupun banyak halangan
8. Down to earth : Realistis
9. Play hooky : Membolos sekolah
10. Let bygones be bygones: Yang lalu biarlah berlalu, jangan mengungkit masalah yang telah lalu

Ok, I just give you ten examples for today. I’ll share the others next week. I hope you can get something from my posting. Remember, English is easy and fun. See you anon!

Rabu, 29 Januari 2014

Air

08.42 0 Comments

Tenang itulah sifatnya. Ia bisa terasa menyejukkan. Namun ketika ketenangannya terusik, ia bisa menjadi bahaya bagi kita. Ketika tempat dimana ia berlabuh tercemari, maka ia akan mencari tempat yang lain. Semakin ia tenang, maka semakin kita harus hati-hati dengan kedalamannya. Itulah air.
Banyak hal yang kita pelajari dari air. Air selalu mengajarkan kita kepada kecairan. Sebeku apapun ia, ketika disimpan di luar maka ia akan kembali mencair berbaur dengan udara dan apapun yang ada di dekatnya.

Air juga melarutkan. Keberadaannya dibutuhkan untuk menyatukan berbagai macam perbedaan. Ia tidak akan egois dengan dirinya. Ia biarkan dirinya larut dan memberikan sesuatu yang berbeda. Tapi, ketika diharuskan untuk sendiri pun, ia akan tetap percaya diri menebar manfaat. Keberadaannya selalu dinanti dan dibutuhkan. Tak akan ada kehidupan tanpa air. 

Sabtu, 25 Januari 2014

Cinta

21.15 0 Comments

Cinta...
Satu kata beribu makna
Cinta...
Satu ucap beribu rasa
Saat kau rasakan cinta
Ada asa dalam hati
Saat kau katakan cinta
Ada harap dalam jiwa
Tapi...
Apalah artinya cinta
Jika hanya karena nafsu
Apalah mulianya cinta
Jika syetan yang mengikuti
Makna cinta kan sedalam lautan
Arti cinta kan seluas samudera
Jika kita mencintai yang dicinta

Karena Allah Yang Maha Mencintai

Jumat, 24 Januari 2014

The Swordless Samurai (Review)

09.41 0 Comments

Judul               : The Swordless Samurai
Penulis             : Kitami Masao
Penerbit          : Pustaka Inspira
Cetakan ke-1  : Mei 2013
Tebal               : 262 halaman

Buku ini mengisahkan tentang seorang yang awalnya adalah manusia bisa menjadi luar biasa, Toyotami Hideyoshi. Ia terlahir dari seorang keluarga miskin. Ia berwajah jelek mirip dengan kera, bahkan orang-orang memanggilnya monyet. Ia juga tidak memiliki status sosial. Ayahnya seorang petani penggarap lalu menjadi prajurit rendahan di ketentaraan Oda dan meninggal dunia ketika Hideyoshi berumur 7 tahun. Ibunya menjadi seorang penggarap lahan semenjak kematian ayahnya hideyosi. Lalu ia menikah lagi dengan Chikuami yang juga prajurit rendahan di ketentaraan Oda.
Sejak kecil Hideyosi merupakan anak yang sulit diatur, tidak suka belajar, dan selalu membuat masalah. Semua orang sudah tidak bisa mengatasi Hideyoshi, bahkan Budha sekalipun. Ibunya Hideyoshi sudah sering menyuruh anaknya itu untuk pergi dari rumah agar tidak bertengkar dengan ayah tirinya. Dan Hideyoshi menuruti apa kata ibunya itu. Namun, selalu saja tidak bertahan lama, Hideyoshi selalu kembali lagi ke rumah.
Hingga suatu hari Hideyoshi memutuskan untuk pergi jauh dan tidak akan kembali sebelum berhasil. Ibunya membekalinya dengan sekantong penuh koin tembaga yang cukup untuk membeli beras selama satu tahun.
Pertarungan hidup dimuali, Hideyoshi langsung berpikir untuk membeli jarum dengan semua koin tembaga tersebut dan menjualnya  untuk bertahan hidup. Setiap pekerjaan yang menghasilkan uang ia lakukan, namun ia selalu merugi. Namun, dalam hatinya ia bertekad untuk menjadi seorang Samurai.
Suatu hari ia bertemu dengan seorang utusan Matsuhita, yang bernama Naganori. Akhirnya Hideyoshi diperkerjakan di Klan Matsuhita. Lord Matsuhita menganugerahinya nama keluarga Nakamura. Hideyoshi bekerja dengan sangat baik di Klan Matsuhita. Tapi itu tidak bertahan lama karena ada seseorang yang memfitnah Hideyoshi. Akhirnya Hideyoshi dipecat karena Lord Matsuhita tidak ingin terjadi keributan di klannya.
Hideyoshi pun mencari lagi majikan baginya. Akhirnya ia kembali ke kampungnya dan meminta bekerja pada seorang pemimpin muda di Klan Oda, Lord Nobunaga. Hideyoshi memutuskan untuk menjadikan Lord Nobunaga sebagai majikannya.
Bersama Lord Nobunagalah, peristiwa demi peristiwa mulai menempanya sebagai seorang samurai tanpa pedang. Sebenarnya, awalnya Lord Nobunaga pun  memandang sebelah mata kepadanya. Kekurangan fisik dan juga tidak memiliki kemampuan bela diri, sepertinya sulit bagi Hideyoshi untuk ikut ambil bagian dalam peperangan. Tapi Hideyoshi mampu merubah segala kekurangannya menjadi kelebihan.
Prestasi demi prestasi ia raih. Bagi Hideyoshi, siapapun yang punya aspirasi untuk memimpin mula-mula harus belajar melayani. Hideyoshi memiliki prinsip kepemimpinan yang luar biasa, yaitu penghargaan, pengabdian, kerja keras dan tindakan berani. Menurutnya, prinsip –prinsip tersebut menempa jiwa seorang samurai.
Buku ini kaya akan filosofi kehidupan yang luar biasa. Ilmu tentang kepemimpinan bisa kita pelajari dengan mudah. Dengan memakai sudut pandang orang pertama, membuat kita seperti sedang menjejaki setiap langkah Hideyoshi. Setiap kata yag dituturkan membuat kita tidak henti-hentinya termotivasi.
Jika kita ingin menjadi seorang pemimpin yang luar biasa, buku inilah jawabannya. Karena apa yang dituliskan di dalam buku ini, bukanlah sekedar kata-kata namun telah menjalani pembuktian yang nyata.

“Jangan jadi orang yang, dua puluh tahun dari sekarang, mengingat-ingat masa lalunya dan menyesali kegagalannya memanfaatkan momen yang mungkin aka mengubah keberuntungannya. Sambarlah kesempatan dengan kedua tanganmu.” (Hideyoshi)


Kamis, 23 Januari 2014

Kamis Inggris bareng Miss (2)

05.56 0 Comments

Hi! How are things?
As I said to you, I’m going to share everything about English on Thursday. And, now, I’d like to discuss about idiom. I’ll give some examples of idiom, they are:
Bird brain = stupid
Big cheese = boss
Big nose = officious
Arm and a leg = very expensive
Boys in blue = police
Eat like a bird = eat a little
Eat like a pig = eat much
Easy as pie = very easy
Go Dutch = eat together but pay our self
Duck soup = very easy
Night owl = a person who always sleep late in the night
Say uncle = he or she get a loser
Sharp as a tack = very clever or very smart
Square meal = main dish
Sticky fingers = thief or robber

Now, it’s time for you to practice. Make sentences and say it. English is easy and fun. So, let’s study and love English.

Rabu, 22 Januari 2014

Wanita

05.22 0 Comments

Wanita. Sosoknya bagaikan sebuah kaca. Kadang bisa terlihat bening jika terus dibersihkan. Namun, tak mudah membuatnya tetap bening. Kita harus memperlakukannya dengan lemah lembut bukan dengan kekerasan. Jika kita tak pandai menjaganya, maka akan retaklah ia. Dan jika sudah retak, akan sulit untuk menyatukan setiap kepingan itu.
Wanita. Sosok yang selalu mengedepankan perasaan daripada logika. Kadang hal itu membuat kaum adam sulit untuk memahaminya. Tapi, itulah wanita. Dengan kepekaan perasaannya yang begitu kuat, membuatnya begitu dibutuhkan.
Wanita. Sosok yang sulit untuk dipahami. Kadang ia meminta sesuatu tanpa pernah mengungkapkan apa yang ia inginkan. Tapi, itulah wanita. Karena wanita tercipta untuk dicintai bukan untuk dimengerti.
Wanita. Sosok yang luar biasa. Allah titipkan rahim dalam dirinya. Karena itulah, wanita, sejatinya memiliki cinta tak bertepi. Kebahagiaan sejatinya ialah ketika melihat orang-orang yang dicintainya bahagia.
Wanita. Sosok yang disebut-sebut sebagai sekolah pertama bagi setiap insan. Ya, karena ia adalah orang yang pertama mengantarkan seseorang ke dunia. Ia adalah orang pertama yang memberikan senyuman, sapaan, dan doa. Bahkan sebelum seorang insan terlahir, ia sudah memperkenalkan dunia lewat rasa, ucap dan sentuhan.

Wanita. Semoga segala kelebihan yang Allah berikan tidak membuatnya lupa diri. Semoga ia tahu mengapa ia diciptakan. 

Selasa, 21 Januari 2014

Agent of Change

05.18 0 Comments

A          : Ih, sebel sama guru killer itu tuh, bisanya cuman marah-marah aja.
B          : Ah, untung si Ibu itu nggak masuk. Damainya dunia.
C         : Guru tuh bisanya cuman kasih tugas, tapi diperiksa kagak pernah.
D         : Asli gue tuh kagak ngerti kalau dia lagi nerangin.

Pernah mendengar pembicaraan seperti di atas? Atau jangan-jangan itu semua malah sering kita ucapkan? J
Ya, perlu kita akui dengan jujur, kebanyakan guru sekarang sudah tidak memberikan kenyamanan lagi kepada para siswanya. Sebagian guru sering berpikir yang terpenting sudah menyampaikan materi sesuai dengan silabus, itu sudah cukup.
Kadang kita para guru sering lepas tanggung jawab. Merasa dirinya bukan guru agama atau PKn, maka tidak ada keinginan untuk menerapkan pendidikan agama dan moral kepada anak didiknya.
Dalam hal ini bukan berarti guru Bahasa Inggris harus membahas ilmu tafsir atau hadits di depan kelas. Tapi, jadilah guru yang tindakannya sesuai dengan Al Quran dan hadits. Kita harus mampu mengajak anak-anak menjadi dekat dengan Allah SWT melalui pelajaran yang kita sampaikan kepada mereka.

Guru yang hebat itu bukan guru yang pintar rumus atau jago menghafal. Guru yang hebat dan luar biasa itu ialah guru yang enakeun, yang membuat para siswanya nyaman belajar dengannya. Guru yang mampu membantu siswanya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dan dari tidak ingin menjadi ingin. Karena guru sebenarnya merupakan “agent of change”.

Senin, 20 Januari 2014

Numpang Lewat

05.16 0 Comments

Persinggahan. Adakah tempat persinggahan yang kita tinggali selamanya?

Rasanya tidak ada. Karena yang namanya persinggahan hanya kita tempati sesaat. Meskipun tempat itu bagus, indah, nyaman, dan memberikan kita ketenangan dan kebahgiaan tak terkira. Tetap saja, kita tidak bisa dan tidak boleh berlama-lama tinggal di tempat persinggahan itu.

Begitu juga hidup di dunia ini. Kita hanya numpang, mampir dan tidak akan selamanya. Jadi, tak perlu sombong ketika kita diberikan kenyamanan dan juga tak perlu bersedih ketika kita sedang dalam kesempitan. Itu semua tidak akan terus kita rasakan selamanya. Ada saatnya kita beranjak dari persinggahan ini dan menuju ke tempat selanjutnya. Berapa lama kita bisa tinggal di persinggahan ini?

Tak perlu bertanya berapa lama dan kapan kita akan beranjak. Karena yang terpenting apa yang sudah kita persiapkan untuk di kehidupan selanjutnya. Dan juga apa yang akan kita tinggalkan ketika kita beranjak dari persinggahan ini. 

Minggu, 19 Januari 2014

Bahasa itu Unik

20.55 0 Comments

A          : Eh, kamu lihat si C?
B          : Tau...
Percakapan yang sering kita temui sehari-hari. Ayo cermati jawaban si “B”. Ia bilang “Tau”, dan itu maksudnya tidak tahu. Tapi, kita semua sudah paham kalau itu yang ia maksudkan. Padahal, bukankah tau itu sama dengan kata mengetahui?
Itulah bahasa. Dalam berbahasa bukan benar atau salah. Tapi, tepat atau tidak tepat, dan paham atau tidak paham. Jika orang yang diajak berbicara paham dengan apa yang kita maksudkan, maka kaidah grammar kadang tidak lagi menjadi sebuah kewajiban.
So, tidak perlu takut untuk berbahasa, apapun itu. Baik itu bahasa Indonesia ataupun bahasa asing. Ingat, tidak ada polisi dalam berbahasa. Semakin kita takut untuk mencoba suatu bahasa, semakin lama kita menguasai bahasa itu.

Sabtu, 18 Januari 2014

Weekend or Weekday?

05.47 0 Comments

"Orang lain libur, ini kok malah tetep ngajar."
Ah, ucapan yang acapkali aku dengar. Awalnya aku berpikir, iya juga sih, kenapa aku mau-maunya tetap mengajar di hari Sabtu dan Minggu. Tapi, untung saja aku langsung cepat tersadar.
Aku selalu berpikir jika hidup ini adalah sebuah perjalanan menuju sebuah tujuan. Ya, tujuan kita adalah kampung nan indah, kampung akhirat. Dalam perjalanan panjang ini, aku berusaha untuk meninggalkan jejak yang berarti yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Kelak ketika ragaku sudah tak ada lagi di sini, karyaku masih tetap dirasakan manfaatnya.

Bagiku, tidak ada istilah weekend atau weekday. Karena setiap hari ialah hari berkarya, baik itu lewat niat yang tetap terjaga, ucap yang senantiasa menebar manfaat, dan perilaku yang selalu menginspirasi. 

Jumat, 17 Januari 2014

Pakaian Ibadah

11.20 0 Comments

A          : Kenapa belum pake jibab?
B          : Belum siap. Lagian yang penting kan menjilbabi hati dulu.
  Banyak kan yang pake kerudung tapi masih ngomongin orang. Ya, sama saja.

Mungkin sebagian dari kita sering mendengar percakapan seperti di atas. Terlihat jelas adanya pembelaan yang keliru. Si B dengan percaya dirinya mengambil sebuah contoh bahwa memakai jilbab itu tidak begitu penting.

Padahal sudah sangat jelas Allah memerintahkan kepada wanita untuk menutup aurat. Perintahnya pun langsung ada dalam Alquran (Al-Ahzab : 59). Berarti sebenarnya menutup aurat bagi wanita itu bukan sebuah pilihan tapi sebuah perintah.


Sebenarnya Allah SWT begitu cinta kepada kita. Sehingga kita diberikan cara agar mudah untuk memasuki syurgaNya. Menutup aurat bagi kita ialah ibadah. Artinya setiap saat kita beribadah kepada Allah. Bayangkan oleh kita, ketika saat ini kita dipanggil olehNya, dan kita sedang dalam keadaan menutup aurat. Subhanallah...Kita menutup hidup kita di dunia dengan sebuah penghambaan kita kepada Allah.

Kamis, 16 Januari 2014

Kamis Inggris bareng Miss (1)

06.24 0 Comments

Today is Thursday. Let’s speak English with me. Eventhough, I don’t live in Bandung now. But, I love Bandung very much. So, I’ll share everything about English on Thursday.
For the first posting, I’ll share about “Tongue Twister”. Do you know it?
Tongue Twister: word or phrase that is difficult to say.
1.        She sells sea-shells on the sea-shore, I’m sure.
2.        Sue is shocked to see a son sleeps on the ice.
3.        Three gray geese on three green hills.
4.        Peter Piper picked a pack of pickled peppers.
5.        Sarah sits by six sick city slickers.
6.        Three throbbing thumping thrush thoroughly thwarting thirty thrashers.
7.        Round the rough and rugged rock the ragged rascal rudely ran.
8.        How much wood would a woodchuck chuck, if a woodchuck would chuck wood?
9.        Nine nimble noblemen nibbling nuts.
10.    Fresh flesh of fresh fried fish.
11.    Seven serious southern soldiers setting sail south suddenly.
12.    One obstinate old ostrich ordering ordinary oranges.
13.    Four fat friars fanning flickering flames.
14.    Two tiny timid trying to trot to Tarrytown.
15.    Sarah in a shawl a shoveled soft snow softly.
16.    Six thick thistle sticks.
17.    I thought a thought, but the thought I thought wasn’t the thought I thought. If the thought is the thought I thought, I thought is the thought.

Ok, now let’s read all the sentences fast. It can help you to pronounce well J.

J You are never too old to learn J

Rabu, 15 Januari 2014

Review Penjaja Cerita Cinta

13.33 0 Comments
Tampak Depan
Tampak Belakang

Penulis           : @edi_akhiles
Penerbit         : DIVA Press, Yogyakarta
Cetakan 1      : Desember 2013
Tebal              : 192 halaman

Buku yang sepertinya sederhana, tapi isinya luar biasa. Ada beberapa kisah yang disajikan dengan mudah dicerna namun nilai moral yang tersirat sungguh luar biasa. Penulis yang sudah makan asam manis dalam dunia kepenulisan ini mampu membungkus kisah yang terlihat biasa dengan penuturan yang sangat renyah.
Buku Penjaja Cerita Cinta ini terdiri dari 15 cerita inspiratif. Cerita yang pertama diberi judul sama dengan judul buku ini, “Penjaja Cerita Cinta”. Cerita ini berisi tentang kisah Nyonya Srintil yang mengundang seseorang untuk menuturkan sebuah cerita. Nyonya Srintil memanggilnya Penjaja Cerita. Ia mengatakan kalau ia ingin mendengar sebuah cerita yang tidak biasa, cerita cinta yang mampu membuatnya terguncang.
Si Penjaja Cerita menceritakan sebuah kisah tentang kesetiaan, kerinduan, perpisahaan dan kenangan seorang gadis yang bernama Senja. Ia selalu merindukan senja demi menunggu kedatangan seseorang yang meninggalkannya saat senja.
Nyonya Srintil menginginkan akhir cerita yang bahagia. Namun, Si Penjaja Cerita tak pernah mau mengubah cerita. Cerita tentang Senja berkahir dengan kesedihan yang mendalam. Nyonya Srintil merasa cerita tentang Senja itu benar-benar mirip dengan dirinya. Karena alasan itulah Nyonya Srintil selalu berharap berakhir dengan bahagia.
Sebuah cerita yang luar biasa. Penulis menggunakan bahasa kiasan yang indah. Selain itu, cerita ini membuat pembaca penasaran dengan ending ceritanya.
Cerita yang kedua ialah “Love is Ketek”. Cerita ini membuat saya senyum-senyum sendiri. Tapi meskipun disajikan dengan kocak, namun ada pesan yang saya dapat. Bagaiamana sikap seorang wanita yang memang selalu menuntut untuk dipuja dan disanjung. Tak ada seorang wanita pun yang ingin tersakiti oleh pasangannya.
Cerita yang ketiga ialah “Cinta yang Tak Berkata-kata”. Cerita yang mengajarkan kita tentang cinta yang tidak hanya berdasar pada rasa, tapi juga logika. Penulis menuturkan bahwa setiap orang tidak hanya butuh cinta dalam kata-kata, tapi juga dalam bukti yang nyata. Kalau saya boleh bilang, ini cerita dalam banget.
Cerita yang keempat ialah “Dijual Murah Surga Seisinya”. Inilah kisah yang sangat jleb banget. Penulis menuturkan kisahnya bertemu dengan seorang tua yang mengajarkannya tentang sedekah. Penulis mencontohkan ketika kita memberika Rp. 1000,00 setiap Jumat, maka dalam satu tahun akan menjadi Rp. 2.784.000,00. Ada sebuah pertanyaan yang membuat saya sebagai pembaca tertegun, apa kita tidak malu memaksa ke surga hanya dengan harga yang kurang dari 3 juta rupiah? Saya yakin setelah membaca kisah ini, kita semua akan tertegun dan berpikir, apa kita sudah berbuat ‘sesuai’ dengan apa yang kita inginkan? Cerita yang luar biasa.
Cerita yang kelima adalah “Menggambar Tubuh Mama”. Cerita yang menggambarkan kesedihan seseorang yang mendalam karena ditinggal oleh ibunya. Ibunya yang meninggal secara tidak wajar membuatnya tidak bisa menerima kenyataan. Ia hanya bisa melukiskan tubuh ibunya untuk mengobati kerinduan itu.
Cerita yang keenam ialah “Secangkir Kopi untuk Tuhan”. Dalam bagian ini, penulis mengisahkan bagaimana perasaan kehilangan salah seorang pembalap muda berprestasi, Simoncelli. Penulis menggambarkan perasaan kehilangannya dengan mendoakan kepergian pembalap tersebut setelah sholat. Selain itu, ia pun menyimpan secangkir kopi yang ia bawa dari Sepang, di sebuah mesjid. Ia berdoa siapa pun boleh meminumnya. Dan jika bernilai pahala, maka ia meminta kebaikan pahala itu untuk Simoncelli.
Cerita yang ketujuh ialah “Tak Tunggu Balimu”. Dalam tulisan ini, penulis menceritakan kisah tentang dirinya yang suka dengan lagu dangdut koplo, ‘Tak Tunggu Balimu’. Penulis tidak peduli dengan stigma ndeso pada jenis musik seperti itu.
Cerita yang kedelapan ialah “Cinta Cantik”. Dalam cerita ini, penulis kembali menuturkan tentang cinta sejati. Cinta bukan hanya soal cantik. Cinta sejati itu sulit karena butuh perjuangan, kerja keras, pengorbanan, dan pengertian.
Cerita kesembilan ialah “Tamparan Tuhan”. Penulis menuturkan betapa selama ini kita sering ‘memanfaatkan’ sakit hati kita untuk membuat orang lain sakit hati. Pesan yang didapat dari kisah ini ialah sebenarnya apa yang kita lakukan akan kembali kepada kita.
Cerita yang kesepuluh ialah “Abah, I Love You”. Dalam bagian ini, penulis menceritakan pengalamannya. Ia bertutur atas semua rasa kekecewaannya ketika masih kanak-kanak dan remaja. Ia berpikir ayahnya tidak sayang kepadanya dengan memberikannya seabreg kedisiplinan. Ia merasa apa yang ia dapatkan tidak sama dengan anak-anak seumuran dengannya. Kerinduan akan kesenangan seperti halnya anak-anak yang lain tidak pernah ia rasakan. Namun, ketika penulis beranjak dewasa, ia baru sadar ternyata apa yang dilakukan oleh ayahnya begitu berharga. Ia bisa meraih apa yang orang lain tidak bisa meraihnya. Penulis bersyukur bisa mendapatkan didikan yang luar biasa dari ayah yang sangat luar biasa.
Cerita kesebelas ialah “Cerita Sebuah Kemaluan”. Judulnya cukup berani. Jika kita berpikir sempit, pastilah yang ada di pikiran kita ialah hal-hal yang negatif berbau mesum. Namun ketika dibaca dari awal hingga akhir, ternyata penulis menyampaikan sebuah pesan yang luar biasa. Penulis menjelaskan kenapa manusia hanya memiliki satu kemaluan dan kita selalu menjaga agar kemaluan kita tidak terlihat oleh orang lain.
Cerita yang keduabelas ialah “Munyuk!”. Cerita yang mengisahakan ketergaran, kesetiaan dan kelembutan hati seorang istri. Meski suaminya sudah memperlakukannya tidak baik, namun ia tetap memilih untuk mendoakan kebaikan bagi pendamping hidupnya. Ia tak peduli suaminya pernah mengatakan munyuk saja lebih cantik dari dirinya.
Cerita ketigabelas ialah “Lengking Hati Seorang Ibu yang Ditinggal Mati Anaknya”. Kisah tentang betapa besarnya cinta seorang Ibu. Penulis menggambarkan bagaimana kesedihan yang mendalam seorang ibu yang ditinggal mati oleh anaknya.
Cerita yang keempat belas ialah “Aku Bukan Batu!”. Pada bagian ini penulis mengisahkan tentang bagaimana perasaannya yang berkecamuk. Ia mempertanyakan tentang makna kekekalan dan hubungannya dengan keegoaan manusia. Terdapat konflik batin yang masih belum terpecahkan dalam diri penulis.
Cerita yang terakhir ialah “Six, Six, and God”. Cerita yang berisi tentang mindset. Dialog antara dua orang yang memberikan pelajaran bagi kita pembacanya, kalau mindset berhubungan erat dengan action. Mindset yang bagus lalu diikuti dengan bukti konkret, maka kita akan merasakan pengaruh yang luar biasa.
Lima belas cerita yang memberikan berjuta-juta rasa. Kita tidak hanya disuguhi kisah-kisah yang inspiratif. Tapi, kita diajak untuk belajar bagaiman menuturkan sebuah tema yang sederhana menjadi cerita yang menarik dengan bahasa yang tidak pasaran.

Meskipun terdapat beberapa kesalahan pengetikan, misalnya pada halaman 11, 43, 44, 58 dan 71. Tapi, itu tidak membuat buku ini kehilangan nilai positifnya. Menurut saya, buku ini wajib dibaca oleh siapapun yang ingin belajar bagaimana menyampai kata agar lebih bermakna.

Selasa, 14 Januari 2014

Power Bank

09.03 0 Comments

“Aduh hp low bat nih.”
“Wah, gimana dong...aku lupa nggak bawa power bank...”
Pernah merasakan kondisi seperti di atas? Kelimpungan, galau, marah-marah, mengeluh? Dan itu semua hanya gara-gara handphone kita sudah low bat.
Saya sendiri sering merasakan hal yang seperti itu. Rasanya kalau mau pergi jauh atau menjalani hari yang sangat padat, terus lupa charge handphone sebelumnya, wah bakalan nggak tenang. Syukur kalau kita bawa power bank atau bisa charge handphone kita dengan mudah dimana saja. Tapi, kalau tidak?
HP low bat, stressnya minta ampun. Tapi, pernahkah kita berperilaku seperti itu pada diri kita? Pada keimanan kita?
Pernahkah kita merasa galau jika kita tidak pernah sholat di awal waktu? Pernahkah kita merasa gelisah karena lupa tidak sholat tahajud semalam? Pernahkah kita merasa tidak tenang ketika kita lupa membaca Alquran? Pernahkah kita mengeluh karena kita lupa sedekah?
Hmm...perlu kita sadari, kadang kita merasa tidak bersalah ketika kita melupakan itu semua. Kita merasa masih punya waktu untuk memperbaiki diri. Nanti, ntar, sebentar lagi, besok saja, itu mungkin kata yang sering keluar dari mulut kita sebagai pembenaran dari ketidakpatuhan kita.
Dengan tenang kita melangkah di bumi Allah ini, tanpa pernah me- recharge keimanan kita. Jangankan untuk memiliki power bank keimanan, charger-nya saja kita tidak punya. Memang apa sih power bank keimanan itu?
Power Bank keimanan itu banyak macamnya. Ya, amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah itulah power bank keimanan kita. Mulai dari amalan wajib sampai amalan sunnah itulah yang akan membuat keimanan kita terus bertambah.
Mulai detik ini, kita harus lebih sibuk untuk me-recharge diri kita. Jangan sampai low bat sebelum kita sampai ke tujuan akhir kita. Kita harus membawa power bank keimanan kita setiap saat. Kita tidak tahu apakah perjalanan ini masih panjang atau akan terhenti detik ini.