Senin, 13 November 2017

Dunia Digital, Antara Kemajuan dan Kemunduran

Sumber: www.marketing.co.id


Berbicara tentang gadget, tentunya kita tidak bisa lari dari perkembangan zaman. Di zaman digital sekarang ini, gadget bukan lagi menjadi sebuah kemewahan, tapi sudah menjadi kebutuhan. Orang memiliki gadget menjadi sebuah keharusan untuk bisa bertahan di dunia milenial ini.

Kalau kita melirik ke belakang, katakanlah di masa 80-90an, gadget masih merupakan barang yang ‘wah’. Hanya segilintir orang saja yang sudah memiliki gadget. Artinya jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. Tapi,  coba kita perhatikan sekarang, jangankan orang dewasa, para remaja, bahkan anak-anak sekalipun sudah sangat familiar dengan gadget.

Ya, kids zaman now memang tidak bisa terpisahkan dari gadget. Mereka sudah sangat mahir dan tidak canggung dalam menggunakan gadget. Tidak hanya itu, mereka bahkan lebih paham dalam menjalankan beberapa aplikasi dibandingkan dengan orangtuanya.  

Smartphone di Keluarga

Keberadaan smartphone sebenarnya bagaikan dua sisi mata pisau. Di satu sisi ada nilai positif yang luar biasa. Kita bisa mendapat kemudahan untuk saling berkomunikasi antar anggota keluarga. Selain itu, smartphone juga bisa membantu kita untuk mengembangkan potensi diri. Smartphone bisa menjadi alat untuk mengembangkan diri, melejitkan potensi dan juga belajar banyak hal dengan sangat mudah.

Tapi tentu saja, kembali lagi, smartphone itu bagaikan dua sisi mata pisau. Disamping sisi positif, ada sisi negatif yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Tidak jarang, dengan adanya smartphone, atmosfer keluarga menjadi semakin berbeda. Suasana kumpul keluarga terkadang terasa hambar dengan adanya smartphone. Kita tidak bisa menapikkan fenomena sekarang, kita tidak bisa menjauh dari yang namanya smartphone. Sepertinya ada yang hilang ketika tangan ini tidak menggenggam smartphone. Bahkan muncul sebuah ungkapan, yang jauh terasa dekat dan yang dekat terasa jauh.

Kembali lagi, coba kita perhatikan apa yang terjadi dalam sebuah keluarga ketika mereka berkumpul? Si Ayah sibuk mengecek pekerjaan atau sekadar melihat medsos, si ibu asyik update status, dan si anak asyik dengan game maupun stalking akun temannya. Tidak hanya itu, bahkan smartphone sudah menjadi barang yang sangat dekat dan biasa untuk dioperasikan oleh balita dan batita. Terkadang miris memang, dengan adanya gadget, bonding antara ibu dan anak semakin berkurang.

Gadget Di Lingkungan Sekitar

Tidak jauh dengan lingkungan keluarga, di lingkungan sekitar pun, gadget memberikan pengaruh yang luar biasa. Ada pengaruh positif yang bisa memudahkan kita mengetahui informasi dengan cepat, komunikasi menjadi lebih mudah, proses silaturahmi bisa dilakukan kapanpun tanpa terhalang jarak dan waktu.

Tapi, pengaruh negatifnya pun tidak kalah banyak. Dengan adanya gadget informasi yang masuk tanpa ada saringan terlebih dahulu. Artinya, kita bisa menerima apapun, baik itu berita positif maupun negatif. Berita hoax menjadi konsumsi sehari-hari. Kita terkadang sulit membedakan, apakah infromasi yang diterima itu benar atau tidak.

Tidak hanya itu, sebenarnya meskipun kita masih bisa komunikasi dengan mudah dengan siapapun dan kapanpun, tapi esensi dari sebuah silaturahmi sudah mulai luntur. Kita bahkan sudah tidak bisa meraskan artinya sebuah pertemuan, berjabat tangan, dan proses perjalanan untuk bertemu keluarga, sahabat dan kerabat.

Bersahabat Dengan Zaman, Tapi Tetap Nyaman

Ya, zaman memang akan terus berubah. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa menghindar dari perubahan yang ada. Perkembangan gadget yan cepat membuat kita tidak bisa lari hal tersebut. Bahkan, mulai saat ini saja, gadget itu sudah seperti kacang goreng. Mudah sekali untuk mendapatannya.

Berbagai online shop bahkan menawarkan harga yang membuat kita tidak berpikir lama untuk membelinya, Excite Shop. Penawaran harga yang menggiurkan dan juga proses pembelian sekaligus pengiriman yang nggak ribet, membuat kita semakin dimudahkan untuk mendapatkan gadget atau HP Android yang diinginkan. Di dunia digital memang semua hal menjadi lebih mudah dan cepat untuk didapatkan.

Tapi, tentu saja, perkembangan zaman ini tidak membuat kita kebablasan. Budaya dan adat yang baik, tentu saja harus tetap dipelihara. Efek negatif dari adanya gadget sebisa mungkin harus diminimalisir. Bagaimanapun juga, kita itu makhluk nyata yang tidak bisa selamanya bertahan hidup di dunia maya. Oleh karena itu, keberadaan gadget jangan menjadikan sumber masalah, baik itu di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kita harus memiliki cara agar kita bisa mengatur pengunaan gadget, bukan sebaliknya. Ya, jangan sampai kita menjadi ‘budak’ dari gadget itu sendiri. Memperkenalkan atau menjadikan anak-anak kita dekat dengan gadget itu bagus, asalkan dengan porsi yang benar. Kita juga bukan berarti harus menjauhkan mereka dari gadget, karena bagaimanpun juga mereka hidup di dunia digital dan mereka termasuk generasi milenial. Jadi, intinya, cerdaslah dalam menggunakan gadget. Belajarlah terus untuk tetap bersahabat dengan zaman, namun tetap nyaman dan aman. Jangan sampai perkembangan zaman hanya menjadikan kita mengalami kemajuan di bidang teknologi, tapi di sisi lain kita mengalami kemunduran moral. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar