Follow Us @soratemplates

Sunday, January 1, 2023

Liburan di Kota Pahlawan

surabaya kota pahlawan


“Neng akhir tahun liburan ke Surabaya lanjut pulang ke Bandung,” ujar Paksu sambil memperlihatkan calendar di ponselnya.

“Beneran? Bisa ambil cuti? Budgetnya ada?” aku balik bertanya.

Paksu mengangguk tersenyum.

 

Liburan lanjut pulang kampung, dari Kota Pahlawan menuju Kota kembang. Ah, siapa yang nggak happy mendengar ajakan tersebut. Double happy, pokoknya. Aku bisa eksplore Surabaya setelah itu meluapkan rindu 3 tahun tidak bertemu keluarga besar di Bandung.

 

Man proposes, God disposes.

Rencana sudah kita susun, waktu sudah kita atur, dan budget pun sudah kita siapkan. Tapi, Allah Swt berkehendak lain. Beberapa hari menjelang berangkat, aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan tubuhku. Ternyata, aku dan paksu mendapat amanah kembali. Setelah konsultasi dengan Dokter Obgyn, aku tidak diperkenankan untuk perjalanan jauh. Akhirnya, kami putuskan hanya mengunjungi Surabaya saja, karena kalau sampai tidak jadi dua-duanya, kasihan juga sudah janji kepada duo bocil.

 

Menyapa Kota Surabaya


1. Masjid Al Akbar Surabaya

surabaya punya cerita



Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Masjid Al Akbar. Selaian karena ketika sampai Surabaya, kami belum bisa check in, jadi kami putuskan untuk singgah di masjid sekalian menunaikan sholat. Alasan lainnya, karena anak pertama kami memang selalu excited ketika ditunjukkan masjid. Di setiap kota yang pernah kami kunjungi, pastilah ditanyakan dimana masjid paling bagus di kota tersebut.


2. Hotel Majapahit

hotel majapahit

 

Tempat kedua yang diminta Si Kakak ialah Hotel Majapahit. FYI, anak pertama kami ini memang berbeda dari anak seusianya. Tontonan dan bacaannya didominasi tentang sejarah, baik itu sejarah nasional maupun sejarah Islam. Jadi ketika ayahnya mengajak ke Surabaya, ia langsung meminta untuk melihat hotel yang terkenal dengan peristiwa perobekan Bendera Belanda pada 19 September 1945 yang akhirnya memicu pertempuran 10 November.


Hotel Majapahit yang sudah berganti nama beberapa kali, mulai dari Hotel Oranye, Yamato, Merdeka dan akhirnya menjadi Hotel Majapahit ini, memang memiliki nilai sejarah yang kuat.


Hotel Oranje


Oya, ada yang berbeda dan menarik. Karena, saat ini Jalan Tunjungan yang merupakan lokasi dimana Hotel Majapahit ini berada, terlihat jauh lebih cantik dan tertata. Kalau kata driver Ojek Online yang kami tumpangi, katanya kalau malam minggu jalan tersebut ditutup untuk kendaraan dan khusus untuk pejalan kaki, karena selalu diadakan event. Menurutkku, menapaki Jalan Tunjungan itu,  atmosfernya seperti di Jalan Asia Afrika Bandung (ketahuan emaknya kangen kota kelahirannya wkwkwk…)

 

3. Tunjungan Plaza

Sebenarnya ini di luar list destinasi kami. Tapi, karena rasa penasaran dan juga sekalian cari tempat makan, akhirnya kami mampir ke mall tersebut. Selain itu, lokasinya pun memang sangat berdekatan dengan Hotel Majapahit.


tunjungan plaza surabaya
 

Jalan-jalan bareng bocil itu kadang nggak melulu harus sesuai rencana. Ya, rencana awal, pengen nyari makan, ternyata duo krucil tertarik bermain di kidzone. Akhirnya, kami melewatkan makan malam di mall tersebut. Tadinya kami akan makan Sate Klopo, tapi karena kondisiku yang sudah lelah dan mual, akhirnya kami putuskan untuk memesan Lontong Balap melalui aplikasi GoFood ke hotel tempat kami menginap.

 

4. Kebun Binatang Surabaya (KBS)


kebun binatang surabaya


Nah, kalau destinasi ini request Adik yang sekarang lebih sering meminta untuk dipanggil Mas hehehe…

 

Ketika sampai di depan Kebun Binatang Surabaya, aku pribadi langsung tertuju pada patung yang menjadi ikon Kota Surabaya. Awalnya ingin berfoto terlebih dahulu, tapi karena anak-anak sudah tidak sabar, jadi akhirnya kami langsung masuk ke dalam KBS.


kebun binatang surabaya

 

kbs


Meskipun hewannya tidak begitu banyak, tapi anak-anak cukup menikmati berkeliling di KBS. Mereka pun excited ketika diajak memberi makan rusa. Ini kali pertama mereka memberi makan hewan.

 

Oya, ternyata harga makanan dan minuman di area Kebun Binatang Surabaya itu masih worth it lah, jadi nggak usah khawatir kalau kita nggak bawa bekal. Tapi, sayangnya ada beberapa spot di KBS ini yang kurang terawat, padahal pengunjung yang datang lumayan banyak juga, loh.

 

5. Sate Klopo Ondomohen Bu Asih

sate klopo ondomohen bu asih


Nah, ini dia yang paling ditunggu-tunggu emaknya. Karena malam sebelumnya belum terkabulkan, jadilah hari selanjutnya menyempatkan untuk membuktikan sate yang sangat legendaris ini. Entah bawaan orok atau memang penasaran setiap paksu pulang dari Surabaya selalu cerita enaknya Sate Klopo. Dalam perjalanan dari Jember menuju Surabaya, aku terus memberikan kode agar paksu mengajakku ke tempat ini.

 

Ketika sampai di depan tempatnya, sempat kaget juga. Dalam pikirku, awalnya, tempatnya besar dan nggak harus antre. Ternyata, antreannya bikin hati mengurungkan untuk makan di tempat. Tapi, kata paksu kalau nggak nyoba makan di tempatnya langsung nggak afdol. Akhirnya aku rela ikut mengantre.

 

Syukurlah ada tiga orang ibu yang sangat baik. Mereka rela makannya dipercepat agar kami bisa mendapatkan tempat duduk. Mungkin kasihan juga karena anak keduaku tertidur di gendongan, jadi beliau mempersilakan aku dan anak-anak untuk duduk dulu di sebelahnya sampai mereka menyelesaikan makannya.


sate klopo ondomohen surabaya
 

Tapi, nggak rugi udah ikut ngantre, karena memang Sate Klopo Ondomohen Bu Asih ini patut untuk diperjuangkan. Dagingnya besar-besar dibalut kelapa, matang sempurna, bumbunya endeusss, dan dipadu dengan nasi yang masih hangat yang dikasih serundeng, hmmm pokoknya lupa deh sama antrean panjang dan juga tempat yang lumayan panas. Anak-anak aku aja sampai lahap banget loh makannya, padahal di KBS mereka sudah makan ayam crispy hehehe…

 

Oya, untuk harganya, kalau menurutku worth it banget. Nasi per porsi 4 ribu dan untuk sate bervariasi. Untuk sate ayam 24 ribu per 10 tusuk, sate daging 36 ribu per 10 tusuk. Ada juga sate yang lain, tapi yang menjadi favorit ialah sate daging dan ayam.

 

Kenapa namanya Sate Klopo Ondomohen?

Sate Klopo Bu Ondomohen Bu Asih ini terletak di Jalan Walikota Mustajab. Tapi, kok ada kata Ondomohennya ya?

 

Ya, karena dulu, nama jalan ini memang bernama Jalan Ondomohen. Meskipun, masih belum ditemukan arti dari kata Ondomohen itu sendiri. Ada yang menyebutkan diambil dari Bahasa Belanda yang artinya Balai Kota. Tapi, ada juga yang menyebutkan diambil dari dua kata, Kali Ondo – Gemohen. Apapun itu sejarahnya, yang terpenting Sate Klopo Ondomohen Bu Asih patut diperjuangkan untuk disantap. Penasaran, kan?


sate klopo ondomohen


Meskipun hanya beberapa spot destinasi wisata yang berhasil kami kunjungi, tapi kami cukup puas. Dan, yang paling penting, anak-anak juga sangat senang. Apalagi mereka bisa puas berenang di hotel.

 

Oya, ngomong-ngomong soal hotel. Selama di Surabaya kami menginap di Bess Mansion. Nanti aku tulis di postingan khusus tentang pengalaman kami menginap selama 4 hari di hotel tersebut.

 

Sampai di sini dulu ya cerita tentang liburan singkat bareng duo bocil di Kota Pahlawan. Ehmmm… Next, ngajak anak-anak liburan kemana lagi ya? 😘😘

 

No comments:

Post a Comment