Sabtu, 29 November 2014

Last Child

10.51 0 Comments

“Enak ya jadi anak bungsu.”
“Ah, wajar anak bungsu, makanya manja.”

Dua ungkapan yang menjadi kalimat wajib diucapkan untuk anak bungsu.  Makanya sebagai anak bungsu, aku hafal banget dua kalimat itu. Apa nggak ada kalimat yang lain? Itu yang sering terlintas dalam benakku ketika mendengat dua kalimat paling digandrungi itu.
Ok. Sekarang kita ngobrol dikit yuk tentang anak bungsu. Apa benar semua anak bungsu itu manja? Apa benar, menjadi anak bungsu itu menyenangkan?
Hmm....Rasanya semua yang mereka ungkapan tentang anak bungsu tidak selamanya benar. Anak bungsu itu manja? Please deh, sekali lagi please...please...jangan menyamaratakan semua anak bungsu. Nggak semua anak bungsu itu manja? Dan lagi, kalau pun ada anak bungsu yang manja, bukan karena ia terlahir menjadi anak bungsu, tapi lebih kepada didikan orangtuanya saja.
Coba deh, kita lihat pola asuh di keluarga. Kebanyakan orangtua memperlakukan anak bungsu itu sebagai sosok yang harus selalu dilindungi oleh kakak-kakaknya. Ia harus senantiasa menjadi sosok yang manis dan tidak terganggu. Padahal kita (curhat dikit.com) tuh nggak minta kok untuk diperlakukan seperti putri istana ataua putra mahkota.So, kalau anak bungsu manja, jangan salahkan keadaan, tapi lihatlah penyebab keadaan itu terjadi.
Nah, yang berikutnya pernyataan kalau menjadi anak bungsu itu menyenangkan. Benarkah? Jujur deh, kadang kebanyakan dari kita tuh selalu memandang rumput tetangga lebih baik daripada rumput di rumah sendiri. Eh, lupa kita lagi ngobrolin anak bungsu ya, bukan rumput :P.
Ini pernyataan yang sebenarnya keluar dari mulut kakak-kakak yang merasa tersisihkan. Kenapa bisa gitu? Ya bisa. Kadang untuk orang yang terlahir menjadi anak pertama atau kedua diberi tugas menjaga si anak bungsu. Biasanya kalau ada apa-apa dengan si anak bungsu, si kakaklah yang disalahkan. That’s I feel J.
Tapi, kembali lagi, anak bungsu juga nggak minta atau menawar untuk dilahirkan sebagai anak bungsu. Jadi, kalau kataku, dilahirkan menjadi anak ke berapapun, ya syukuri aja. Tidak ada masalah mau jadi anak sulung, tengah atau bungsu, karena itu semua sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.

I am happy becoming the last child. Yes, I am spoiled child, but I’m the most kind-hearted younger sister, too. Trust me! J

Kamis, 30 Oktober 2014

Resensi Novel RINDU

14.02 0 Comments

Judul Buku : Rindu
      Penulis   : Tere Liye
       Penerbit    : Republika
                            Cetakan     : Kedua, November 2014
          Tebal       : 544 halaman

“Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?” (Tere Liye)

Novel yang menceritakan kisah masa lalu. Dengan setting tempat yang dominan di sebuah kapal, membuat cerita ini terasa berbeda. Selain itu, kisah di masa penjajahan ini pun mengajak kita mengenal sejarah negeri ini dari sudut pandang yang berbeda.

Dalam novel ini, hampir semua tokoh dihadirkan dengan penokohan yang sangat kuat. Pembaca tidak hanya terfokus pada satu tokoh saja. Setiap tokoh dihadirkan dengan memiliki kisah yang sarat akan pemahaman tentang kehidupan. Mereka dimunculkan dengan berbagai masalah yang sering dialami kebanyakan manusia di dunia ini.

Ada lima pertanyaan tentang kehidupan yang dialami oleh kelima tokoh dalam cerita ini. Dimulai tentang sesuatu yang memilukan, kebencian terhadap orang yang seharusnya disayangi, tentang kehilangan kekasih hati, tentang kemunafikan dan tidak kalah menarik tentang cinta sejati.

Sosok Gurutta Ahmad Karaeng yang begitu bijak dan dihormati oleh banyak orang karena ilmu yang dimilikinya,. Tapi, ternyata ia harus menjadi seseorang yang jauh dikatakan bijak. Ia bahkan harus dikuatkan oleh seseorang yang ilmunya jauh di bawah dirinya.

Sosok Daeng Andipati yang begitu sempurna. Ia memiliki istri yang baik dan kedua anaknya, Elsa dan Anna yang selalu membuat semua orang tersenyum. Tapi, ternyata ia menyimpan kisah masa lalu yang tidak pernah bisa tertebak. Kebencian kepada seseorang yang seharusnya ia cintai begitu sulit ia hilangkan.

Sosok Mbah Kakung yang terlihat selalu romantis bersama Mbah Putri ternyata harus mengalami ujian cinta yang luar biasa. Sebuah kejadian yang mungkin akan sulit diterima oleh siapapun yang pernah merasakan memerhatikan dan diperhatikan.

Sosok Bonda Upe, seorang keturuan etnis China ini menyimpan kisah masa lalu yang seorang pun tidak ingin mengingatnya kembali. Ia mencoba lari dari kenyataan selama ini, namun ternyata itu tidak membuatnya bisa berdiri tegak melangkah.

Sosok Ambo Uleng, pemuda yang bersinar bagai rembulan, memiliki kisah cinta yang tidak mudah
dipahami oleh akal pendek manusia. Apa yang dialaminya itu benar-benar cinta sejati.

Novel ini benar-benar kaya akan pesan moral kehidupan. Tere Liye memang ‘raja’ mengolah kata hingga mampu mengaduk perasaan pembaca. Hampir tidak ada kekurangan dalam novel ini.

Hanya ada beberapa typo, seperti yang terdapat di halaman 237, 322, 340 dan 380. Tapi, tentu saja, semuanya itu tidak membuat pambaca terganggu. Ide cerita dan cara penyajiannya sudah membuat pembaca puas.

Setiap pembaca akan mendapatkan banyak hal tentang apa itu kehidupan. Bagi kita yang selama ini masih bertanya kenapa dan apa tentang hidup dan kehidupan. Novel ini benar-benar akan membantu kita untuk memahami itu semua.

Senin, 27 Oktober 2014

The Beauty of Lombok

14.26 0 Comments
www.initempatwisata.com

“Kita bisa menemukan keindahan Bali di Lombok, tapi kita tidak pernah bisa menemukan keindahan Lombok di Bali.
Pernah mendengar ungakapan seperti itu? Hmm...sepertinya tidak terlalu berlebihan ketika ada sebagian orang yang mengatakan hal tersebut. Meskipun harus kita akui setiap tempat atau daerah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi, tentu saja ketika seseorang mengatakan ungkapan seperti di atas, ada alasan tersendiri.
Yap, saat ini Lombok memang tengah menggoda para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Pulau yang terletak di sebelah timur Indonesia ini memang menyimpan daya tarik yang membuat semua orang tertarik untuk mengunjunginya.
Lombok, salah satu kekayaan Indonesia ini, hanya memiliki luas 5.435 km2. Pulau ini memang tidak terlalu luas, tapi keindahannya senantiasa menjadi magnet bagi para pengagum keindahan dan pecinta ketenangan. Pantainya yang eksotik dan masih tidak seramai pantai di Pulau Bali, membuat nyaman setiap pengunjung. Pantai Sengigi, pantai yang sangat terkenal di Pulau Lombok. Keindahan Pantai Sengigi pun sudah menyapa para wisatawan mancanegara. Tidak hanya itu, keberadaan Gunung Rinjani yang merupakan gunung merapi tertinggi ketiga di Indonesia pun, menjadi destinasi pendakian wajib bagi para pencinta alam.
Lombok memang terus menebarkan pesonanya. Mungkin bagi sebagian orang yag sudah merasa terlalu sering menikmati indahnya Pulau Bali, ada baiknya untuk mencoba datang ke Lombok. Keanekaragaman hayati terdapat di Pulau ini. Pantai yang masih virgin bisa kita nikmati di sini.
Sebagian orang menyebut Pulau Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid. Entah apa alasan orang-orang menyebutnya seperti itu, mungkin salah satu alasannnya ialah karena mayoritas orang Lombok menganut agama Islam. Suku asli yang mendiami Pulau Eksotik ini ialah Suku Sasak. Orang-orang Lombok juga terkenal ramah. Jadi, jangan takut untuk menginjakkan kaki di pulau cantik ini.
Lombok, surga dunia yang dititipkan Tuhan kepada negeri ini. Kini, Indonesia tidak hanya dikenal dengan Bali saja. Lombok pun sudah berani menampakkan diri dan menjadi primadona wisata bagi nusantara. Ini semua menjadi bukti kalau setiap sisi dari negeri ini begitu indah dan memesona. 

Selasa, 30 September 2014

Lali Ka Purwadaksina

11.19 2 Comments
Merasa tidak ada campur tangan orang lain dalam meraih kesuksesan. Berusaha untuk melupakan asal mula dari mana ia berasal. Melangkah dengan wajah congkak seakan dirinya bisa berubah karena usahanya sendiri seratus persen. Tidak pernah menengok ke belakang. Jangankan memiliki niat merangkul orang-orang untuk ikut merasakan kesuksesan bersama dirinya, mengakui mereka sebagai bagian kisah hidupnya saja, tidak mau.
Lali ka purwadaksina, peribahasa Bahasa Sunda ini, bermakna lupa akan tempat asal. Mungkin kalau boleh menyamakan dengan peribahasa Bahasa Indonesia seperti, kacang lupa pada kulitnya. Seseorang yang tidak pernah tahu berterima kasih. Ia tidak sadar kalau suatu akibat pasti ada penyebabnya.
Keegoannya menyebabkan ia malu mengakui asal-usul dirinya. Masa lalu baginya aib. Dalam kamus kehidupannya, ia tidak hidup di masa lampau. Memang tidak ada salahnya kita berprinsip kalau kita hidup di masa sekarang, bukan masa lalu. Tapi, bukankah masa lalu itu pembentuk masa sekarang? Masa sekarang adalah gabungan kepingan puzzle masa lalu.
Katakanlah kita sukses sekarang, apakah kesuksesan itu datang secara tiba-tiba dari langit? Tentu hidup ini bukan magic, meski tidak ada yang tidak mungkin bagi Sang Pencipta untuk melakukan itu semua. Namun, kita juga jangan pernah lupa, kalau dalam kehidupan ini berlaku hukum sebab akibat. Ada banyak penyebab untuk kesuksesan kita. Kita mungkin tidak pernah tahu, kalau orangtua, keluarga, tetangga atau orang yang baru bertemu dengan kita, menuturkan doa yang tak pernah terucap dan terdengar untuk kita. Dan tidak menutup kemungkinan doa merekalah yang menjadikan kita sukses.
Setiap hal itu ada tempat asalnya. Ingatlah, sejauh-jauhnya burung terbang, ia akan kembali ke sarangnya. Kita mungkin akan tersu melangkah, bahkan berlari jauh menjemput masa depan. Tapi, yakinlah suatu saat, kita akan merasa butuh untuk kembali ke tempat kita berasal. Jiwa dan hati kita akan terpanggil untuk menyapa kembali setiap lembaran kisah masa lalu. Ada satu titik kerinduan yang tidak pernah bisa digantikan oleh indahnya masa lalu.
Lali ka purwadaksina, bisa berarti kita melupakan keluarga. Inilah yang paling menyedihkan. Bagaimana tidak, kita yang lahir dan tumbuh di tempat itu, dengan langkah tanpa dosa, melupakannya begitu saja.
Fenomena lali ka purwadaksina, sepertinya sudah sangat sering kita lihat di masyarakat. Mulai dari para pejabat, entertainer, sampai mungkin tetangga dekat kita. Entah karena pengaruh zaman atau memang manusia terlalu sombong dengan segala kenikmatan yang diberikan oleh Yang Maha Memberi.
Tidak sedikit, para pejabat yang melupakan keluarganya ketika tampuk kekuasaan sudah menyelimuti dirinya. Doa, dukungan dan pengorbanan keluarga dibalas dengan pengkhianatan cinta. Mereka masih bisa tersenyum dan berkata sok bijak dengan berbagai retorika tentang kemajuan negara. Padahal, jangankan mengurus negara, mengurus keluarga saja tidak bisa. Pasangan dan anak-anak menjadi korban.
Tidak jauh dengan para pejabat, sosok sebagian entertainer pun demikan. Ketika masih belum terkenal, sikapnya masih ramah. Tapi, setelah menjadi terkenal, mereka abaikan sapaan. Lupakah mereka, kalau mereka pun sama-sama manusia? Apakah mereka juga tidak sadar, kalau yang menggemari mereka juga manusia?
Hidup ini bagaikan sebuah roda, kadang di atas dan kadang juga di bawah. Saat ini, ketika kesuksesan sedang menyapa kita, syukuri. Apa bentuk dari syukur itu? Terus semangat memperbaiki kualitas diri agar kesuksesan itu terus bersama kita. Dan jangan pernah melupakan dari mana kita berasal. Janganlah kita tinggalkan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari langkah kita untuk menjemput kesuksesan. Ingatlah, ketika kita melupakan sesuatu, ada saatnya kita pun akan merasakan sakit hatinya dilupakan.
"Tulisan ini disertakan dalam kontes GA Sadar Hati - Bahasa Daerah Harus Diminati"


Rabu, 17 September 2014

Teruntuk Bapak Presiden Terpilih

11.35 0 Comments
Assalamu’alaikumu wr.wb.
Sebelumnya saya ucapkan selamat atas terpilihnya Bapak menjadi Presiden Indonesia yang ke-7. Pemilihan kali ini memang agak sedikit berbeda. Saya, sebagai masyarakat biasa yang buta politik kadang tidak mengerti apa yang terjadi. Pemberitaan seakan membuat telinga ini jenuh mendengar ejekan, umpatan, obral janji, fitnahan dan hal-hal negatif lainnya menjadi menu utama harian selama kampanye sampai dengan sekarang. Karena alasan itu, tidak jarang saya jadi mati rasa dengan semua pemberitaan yang berbau politik negeri ini. Semuanya semu, semuanya menjadi tidak menarik untuk diperbincangkan.
Tapi, bagaimanapun, saya hidup bermasyarakat. Saya tidak mungkin terus-terusan menutup telinga. Dan tentu saja, saya pun tidak mungkin tidak berbuat sesuatu untuk negeri ini. Meskipun politik itu kadang melelahkan untuk disimak, tapi sebagai manusia bernegara, kita tidak mungkin lari dari politik.
Bapak Presiden yang terpilih,  
Pemilu kali ini memang terasa sangat komplek dengan setumpuk permasalahan. Sepertinya, belum usai masalah di Pileg, sekarang ditambah masalah Pilpres yang tak pernah ada ujungnya. Dari mulai money politic sampai black campaign, semuanya menjadi bumbu perpolitikan bangsa ini. Rasanya untuk merasakan Pemilu bersih itu bagaikan meraih bintang di langit.
Mungkin bangsa kita masih belum cerdas berpolitik (maaf, menurut pendapat saya lho). Politik masih identik dengan sesuatu yang bisa menjadi penyulut kebencian dan amarah. Pemilu seakan menjadi saat yang paling menegangkan dan jauh dari kata kesenangan. Padahal bukankah Pemilu itu sebuah pesta demokrasi bangsa ini? Seharusnya yang namanya pesta haruslah membuat semua orang merasa bahagia.
Sebenarnya ajang empat tahunan ini bisa dijadikan sarana untuk lebih mencintai negeri ini. Bukan malah sebaliknya. Dari mulai Pileg sampai Pilpres, sebagian anak muda malah belajar untuk menjadi generasi pembenci, generasi penuh dengan fitnah, dan generasi pecundang.
Bapak Presiden yang terpilih,
Impian saya, ketika negeri ini dipimpin oleh Bapak, sedikit demi sedikit, generasi kami kembali menjadi generasi yang cerdas dan sadar politik. Sebenarnya kami tidak ingin menjadi generasi yang apatis. Besar harapan kami, Pemilu berikutnya akan menjadi Pemilu yang bersih.
Mungkin ada yang bilang sulit untuk menjadikan Pemilu di negeri ini bersih. Memang benar, terlalu banyak yang harus diperbaiki. Tapi, lupakah kita, kalau tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini?
Aturan yang ada dibuat haruslah sangat jelas dan mudah dipahami dan diaplikasikan. Baik pemilihan anggota legislatif maupun Presiden, tetaplah rakyat yang memilih. Biarkan rakyat yang menentukan siapa wakil rakyat yang mampu dan pantas. Meskipun ada ketakutan rakyat memilih tanpa mengenal jauh siapa yang dipilihnya. Untuk itulah, proses kampanye inilah yang seharusnya dijadikan sarana untuk pembelajaran politik kepada rakyat. Kami akan belajar banyak tentang arti sebuah konsekuensi dari apa yang kami lakukan. Dan itu merupakan proses bagi kita semua untuk cerdas politik juga. Tapi, ketika pemilihan hanya ditentukan oleh segolongan orang, maka apa kita yakin segolongan itu akan mewakili suara setiap hati rakyat Indonesia?
Bapak Presiden terpilih,
Tidak hanya itu sebenarnya untuk menjadikan Pemilu bersih. Karena sebenarnya para elit politik pun harus mampu mencerminkan sosok yang memang pantas dipilih. Dan disinilah peran pembuat kebijakan. Ketika kebijakan yang ada dibuat sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa, maka sudah bisa dipastikan, pemimpin yang terpilih pun akan pantas dan mampu memimpin bangsa ini.
Bapak Presiden terpilih,
Semoga di masa kepemimpinan Bapak, akan banyak perubahan positif yang terjadi. Negeri ini rindu kedamaian. Negeri ini rindu pemimpin yang mampu membuat kami para rakyatnya bangga dengan pemimpin kami sendiri. Negeri ini rindu dengan persatuan sejati bukan sekedar tulisan atau ucapan dan janji manis.
Bapak Presiden terpilih,
Terima kasih sudah mau membaca coretan saya ini. Mohon maaf jika tidak berkenan. Saya menulis ini karena saya peduli dengan tanah tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Saya menyusun kata karena rasa cinta saya kepada Indonesia. Semoga Bapak bisa senantiasa bekerja dengan ikhlas dan cerdas untuk kemajuan negeri ini. Kami semua akan mendukung Bapak, jika memang apa yang Bapak lakukan sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin yang amanah.


Wassalamu’alaikum,


Intan Daswan

Selasa, 16 September 2014

Wonderful Indonesia: Menyapa Surga Dunia

13.18 0 Comments
Sumber Foto: www.papuatrips.com

Mau nggak kalau diajak ke Raja Ampat? Hmm...nggak...nggak mau ditunda-tunda lagi J. Siapa yang tidak ingin menikmati pantai indah dengan panorama yang tidak cukup dilukiskan oleh kata-kata. Keindahan alam dengan anggun menyapa setiap insan yang datang.
Kecantikan Indonesia bisa kita lihat di sini. Daerah yang dulu tidak pernah dilirik, bahkan sering dilupakan. Tapi, sekarang, pulau ini ialah destinasi wisata yang paling dicari. Pulau yang berada di bagian paling timur Indonesia itu, kini menjadi primadona wisata bagi setiap insan pecinta keindahan Sang Pencipta. Meskipun tidak cukup dengan beberapa lembar rupiah untuk bisa menginjakkan kaki di tempat ini. Tapi, itu semua tidak menghentikan langkah sebagian orang yang memburu keindahan pantai yang tidak ada bandingannya. Semua pengorbanan akan terbayar ketika melihat setiap sisi kecantikan alam di timur Indonesia ini.
Raja Ampat memang menyimpan banyak pesan cinta dari surga. Alamnya yang masih virgin menggugah setiap hati untuk mengunjunginya. Tempatnya yang jauh dari hiruk pikuk kota besar, tentunya akan menjernihkan setiap pikir yang sudah rindu dengan kedamaian. Sudah bisa dipastikan, kita hanya akn menghirup udara bersih tanpa polusi. Kecantikan Raja Ampat memang selalu menarik hati setiap orang.
Tidak hanya itu, alam Papua pun melahirkan pribadi masyarakat yang mampu memahami alam. Mereka tahu bagaimana memperlakukan alam dengan baik. Mereka berusaha untuk senantiasa bersahabat dengan alam. Meskipun mereka tinggal jauh dari kehidupan glamour perkotaan dan juga fasilitas pendidikan yang memadai. Namun, mereka senantiasa belajar langsung dari alam bagaimana memahami apa yang alam inginkan. Jauh sekali dengan perilaku masyarakat yang katanya modern dan tinggal di daerah terdidik.
Kearifan lokal inilah yang akan mengajarkanku arti sebuah kesederhanaan dalam menyikapi kehidupan. Hidup di alam dengan kekayaan melimpah, namun tidak pernah membuat mereka bersikap serakah. Mereka tidak pernah membuat alam marah. Meskipun, tidak jarang para pendatanglah yang menjadikan tanah Papua ini bagai surga yang hilang. Tentunya kita berharap Pemerintah akan segera membuka mata lebar-lebar dengan kondisi seperti ini. Kekakyaan yang ada tidak hanya bisa dinikmati oleh mata saja, namun kita bisa berbuat sesuatu, agar pulau cantik dan eksotik ini tidak berpindah tangan ke negara lain. Karena tidak menutup keinginan kalau kita akan kehilangan keindahan surga dunia ini, jika kita tidak berusaha untuk menjaganya.

Ah, rasanya sudah sangat tidak sabar hati ini mengunjungi destinasi wisata paling luar biasa ini. Menikmati surga dunia yang disajikan oleh Sang Pencipta dalam keindahan alam Raja Ampat. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, karena negeri ini terlalu indah untuk dilupakan. Alam Indonesia menyimpan banyak kenangan dan jejak yang tidak mudah untuk dihapus. Semoga suatu saat nanti, impianku untuk menginjakkan kaki di Raja Ampat bisa terwujud. 

Selasa, 02 September 2014

ASUS ZenFone Smartphone Android Terbaik

05.27 0 Comments

See what others can’t see.
Feel what others can’t feel.
Do what others can’t do.

Nyari smartphone yang benar-benar smart, tidak hanya smart aplikasinya tapi juga smart harganya? Eits, jangan geleng-geleng kepala dulu. Kamu harus, wajib, kudu mencoba ponsel pintar yang satu ini. ASUS ZenFone, smartphone keluaran ASUS ini memang memiliki segudang kelebihan dibanding yang lain.
Ok, daripada cuap-cuap nggak jelas, kita cari tahu, apa aja sih kelebihan ASUS ZenFone ini. Let’s check them out!

Guys, kelebihan yang berikut ini bakalan memuaskan indra penglihatan kamu. Ini nih kelebihannya:
·      Great Video
Full HD 1080p video recording @30fps dengan Auto Image Stabilization
·      True Beauty
Keindahan layar HD IPS 1280 x 720 dengan 178o Wide Video Angle
·      Asus Splendid Technology
Bisa mengatur warna di layar sesuai dengan keinginan kita
·      Low Light Mode
Mengambil foto & video dalam gelap hingga 400% lebih terang
·      Time Rewind
Bisa memutar balik waktu untuk mendapatkan momen foto terbaik
·      Smart Remove
Menghilangkan objek foto yang tidak kita inginkan
·      GIF Animation
Membuat animasi gambar bergerak dengan mudah
·      Depth of Field
Mengambil foto seperti menggunakan kamera DSLR profesional
·      Beautification
Kita bisa tampil lebih cantik dan menarik di foto
·      Selfie
Mode selfie mampu mendeteksi jumlah wajah yang diinginkan dan automatis mengambil foto dengan kamera utama
·      HDR (High Dynamic Range)
Mengambil foto dengan warna yang lebih alami
·      All Smile
Bisa mendapatkan ekspresi terbaik di foto kita
·      Pencil Effect
Mengubah foto menjadi sebuah sketsa gambar profesional
·      Miniatur Mode
Kita bisa menjadikan dunia bagaikan sebuah miniatur
·      Party Link
Berbagi foto tanpa memerlukan koneksi internet, karena memiliki koneksi WiFi tersendiri

Nah, yang berikutnya ini bakalan bikin hati kamu puas sepuasnya. Cek deh apa saja kelebihannya:
v  Stylish
ASUS ZenFone itu premium, ultra tipis, ultra ringan. Ketipisannya 5,5 mm, desain melengkung ergonomis di bagian tengah dan beratnya hanya 145 gram untuk ZenFobe 5.
v  Corning ® Gorilla ® Glass 3
Memiliki pelindung terbaik untuk anti gore super dengan lapisan anti sidik jari.
v  Ultra Sensitive Touch Panel
Kamu bisa tetap mengetik meskipun memakai sarung tangan
v  60 ms Response Touch Time
Respon waktu sentuh tercepat 60 milidetik
v  Asus Sonic Master&Dual Microphone
Audio sejernih kristal, mampu mengurangi kebisangan dan suara gema

Yang terakhir yang bisa bikin kamu nggak tenang kalau belum punya ASUS ZenFone, ialah:
J  Powerful
Ponsel pintar yang semakin pintar dengan Intel Inside®
J  Super Fast Download
World phone 3G Quad Band DC-HSPA ditambah dengan kecepatan download hingga 42 Mbps dan super High Performance Dual 3D-MD Antenna
J  Dual Navigation
Menggunakan sistem navigasi ganda (GPS, A-GPS) + GLONASS. GPS (Global Positioning System) dan Amerika digabungkan dengan GLONASS (Global Navigation Satellite System) dari Rusia. Tiap navigasi memiliki 24 satelit. Jadi ponsel ini menggunakan 48 setelit.
J  ASUS Open Cloud
ASUS Open Cloud telah terintegrasi dengan banyak penyimpanan Cloud seperti Webstorage / Google Drive / Droopbox / Asus Home Cloud dan lain-lain. Selain itu, ASUS ZenFone juga terintegrasi dengan aplikasi bawaan seperti Gallery, File Manager dan Kamera.
Asus ZenFone juga memiliki memori 77 GB, terdiri dari memori internal 8 GB, micro SD sampai 64 GB, ditambah lagi 5 GB ASUS Webstorage gratis seumur hidup.

Gimana, sudah lihat apa aja kelebihannya? Coba, kurang apalagi? Sepertinya memang tidak berlebihan menamakan ponsel pintar ini ZenFone. Zen itu berarti hidup dengan penuh kesadaran. Karena dengan ZenFone kita bisa melihat, merasa dan melakukan apa yang orang lain tidak bisa lakukan.


So, tunggu apalagi, buruan dapatkan produk ZenFone. Ponsel yang tidak hanya cerdas fitur dan performa, tapi juga cerdas harga. ASUS ZenFone 4 dengan layar 4 inci dipasarkan mulai harga Rp 1.099.000. Asus ZenFone 5 dengan layar 5 inci dipasarkan mulai Rp 2.199.000. Sedangakn ASUS ZenFone 6 dengan layar 6 inci dipasarkan mulai Rp 3.099.000. Semua produk ASUS ZenFone memiliki pilihan warna yang super keren. ASUS ZenFone memang benar-benar Smartphone Android terbaik.

Senin, 01 September 2014

Paket Komplit Mengenal Allah

06.17 0 Comments
Syaamil Quran telah banyak menerbitkan banyak jenis Al-Quran. Produk-produk Syaamil Quran memiliki banyak kelebihan sesuai dengan jenisnya. Produk-produk itu diantaranya New Cordova Zahrawi, Quran Azalia, New Alhambra B6, New Bukhara B5 dan A5, New Hijaz A5 Tipe HB, Miracle Hijaz The Practice dan lain-lain.

Satu produk yang istimewa dari Syaamil Quran ialah Miracle Family Smile. Produk yang hanya ada di Syaamil Quran ini memang sangat berbeda dari yang lainnya.  Miracle Family Smile merupakan paket komplit bagi keluarga muslim.

Al-Quran ini terdiri dari Al-Quran Syaamil For Kids My First Al-Quran dan Syaamil Miracle 22 in 1. Tentunya kita ingin menjadikan aktifitas membaca Al-Quran menjadi hal yang sangat menyenangkan, tidak hanya untuk kita tapi juga bagi semua anggota keluarga. Dan, Al-Quran Miracle Smile inilah yang akan memenuhi kebutuhan tersebut. Karena Miracle Family Smile ini tidak hanya berisi mushaf al-quran saja. Miracle Family Smile dilengkapi dengan metode Asy-Syaamil, juz amma, buku atlas dakwah dan al-ma’surat, MP3 card, tas miracle, headseat, charger, DVD metode baca Quran Syabana, dan lain-lain. Miracle Family Smile benar-benar paket komplit untuk mengenal Allah lebih dekat.

Minggu, 31 Agustus 2014

Sekelumit Masalah Tentang Buku

05.35 0 Comments
“A good book is a good friend.”

Ungkapan yang memang akan disetujui oleh banyak orang. Karena memang buku itu bagaikan sahabat yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa dan bahkan menangis. Kita bisa belajar banyak hal dari sebuah buku, tanpa merasa digurui. Tapi tentunya, buku yang bagaimana dulu.

Buku yang dimaksud ialah buku-buku yang berkualitas. Berkualitas tidak selamanya bermakna mahal, ditulis oleh penulis yang sudah punya nama atau diterbitkan oleh penerbit terkenal. Setiap orang punya penilaian masing-masing tentang buku yang berkualitas. Tapi, ada beberapa hal yang mungkin sama, misalkan saja, bagi sebagian orang yang pertama dilihat itu judul. Ketika judulnya bisa membuat mata kita melirik, pastilah kita tergoda untuk membelinya. Selain itu, kita bisa menentukan mau membeli atau tidaknya sebuah buku, biasanya kita membaca sekilas isi buku atau sebelumnya memang sudah ada resensi dari media tentang buku tersebut.

Bagaimana dengan penulis dan penerbitnya? Memang ada sebagian orang yang membeli buku karena memang suka dengan penulisnya atau juga memang memiliki koleksi dari salah satu penerbit. Setiap orang punya alasan masing-masing. Dan itu sah-sah saja. Malah kita harus senang ketika dari tahun ke tahun kesadaran membaca masyarakat kita mulai menggeliat. Meskipun bisa dikatakan minat baca penduduk kita masih belum bisa menyamai negara-negara maju. Namun ini semua proses.

Dan tentu saja, kondisi ini pun harus dibarengi dengan kesempatan untuk mengembangkannya. Dalam hal ini, pemerintah, sebagai pemegang kebijakan mampu memainkan peranannya dengan baik. Aturan-aturan yang ada harus mulai dilihat kembali, mulai dari aturan yang berhubungan dengan penerbitan, pengaturan royalti dan pajak yang masuk akal bagi penulis, dan juga adanya usaha untuk terus meratakan penyebaran buku di Indonesia.

Selain itu, penerbit dan penulis pun punya peran yang tidak kalah penting. Penerbit memiliki tanggung jawab moril dalam menerbitkan buku-buku yang berkualitas. Tidak hanya itu, penerbit pun harus mampu menjadi sarana tumbuhnya bibit baru penulis yang berkualitas.

Penulis yang memang titik awal sebuah karya itu hadir, harus terus berusaha menghasilkan karya yang bisa menginspirasi. Tidak hanya sekedar mencari ketenaran atau materi. Tulisan yang dibuat harus mampu menjadikan bangsa ini selangkah lebih maju dari sebelumnya. Penulis dan penerbit bisa bekerja sama dengan baik untuk melahirkan lembaran-lembaran karya yang mencerdaskan setiap generasi.

Karena memang kita tidak bisa melihat masalah yang ada hanya dari satu sisi saja. Semuanya saling berkaitan, tidak bisa dipisahkan. Semuanya memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas bangsa ini. 

Sabtu, 30 Agustus 2014

Sejauh Mana Peran IKAPI?

05.52 0 Comments
IKAPI, sebuah wadah penerbit yang sudah berdiri sejak 17 Mei 1950. Dan kini, anggotanya sudah mencapai lebih kurang 1.126. Kita semua berharap IKAPI bisa menjadi sebuah sarana untuk mengembangkan dan mencerdaskan bangsa sesuai dengan cita-cita IKAPI.

IKAPI memiliki misi yang sangat mulia, yaitu ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui upaya penciptaan iklim perbukuan yang kondusif, pengembangan sistem perbukuan yang kompetitif, dan peningkatan profesionalisme asosiasi serta para anggotanya sehingga perbukuan nasional mampu berperan secara optimal demi mempercepat terbentuknya masyarakat demokratis terbuka dan bertanggung jawab.

Berdasarkan misi IKAPI itulah, lembaga ini diharapkan bisa menjadi pengawas bagi penerbit-penerbit yang nakal. Penerbit yang hanya mengejar keuntungan materi. Seperti contoh, dalam salah satu buku LKS Bahasa Inggris kelas XI SMA semester 2, ada teks yang menceritakan tentang Israel dan Palestina, yang isinya sangat tidak sesuai dengan kenyataannya. Kasus lain, dalam buku LKS Bahasa Inggris kelas XII, terdapat sebuah teks yang isinya sangat tidak nyaman dibaca (berisi kisah pembunuhan yang diceritakan dengan sangat vulgar).

Mungkin untuk sebagian anak tidak akan berpengaruh dengan isi cerita tersebut. Tapi, kita juga harus memikirkan anak-anak yang dengan keinginan penuh membaca dan mempelajari seluruh isi buku. Sebagai wadah para penerbit, IKAPI diharapkan bisa berbuat sesuatu untuk kasus-kasus seperti ini. IKAPI diharapkan bisa menertibkan penerbitan buku yang bisa membodohkan masyarakat.

Pengurus dan anggota IKAPI harus berbimbing tangan untuk mewujudkan cita-cita IKAPI. Meskipun sejauh ini, harus kita akui IKAPI sudah melakukan banyak hal dalam mencerdaskan bangsa. Namun ada baiknya, visi dan misi yang sudah dirumuskan haruslah dijalankan dengan sebaik-baiknya. IKAPI benar-benar bisa menjadi sarana untuk memberikan pendidikan tentang dunia baca tulis Indonesia. Misalkan dengan lebih sering mengadakan pelatihan menulis bagi semua kalangan, mengadakan pembibitan relawan baca tulis yang nantinya bisa disebar di daerah-daerah rawan buta huruf dan tentunya saja, IKAPI harus menjadi pengawas dari penerbitan dan penyebaran buku di masyarakat.  

Sumber Gambar: pribadi

Jumat, 29 Agustus 2014

Gadget atau Konten?

05.18 0 Comments
Gadget atau konten? Hmm...kalau ada pertanyaan seperti itu, sama saja kita bertanya, pilih orang yang cantik/cakep fisik atau hatinya?
Dua hal yang tentu saja saling melengkapi. Ketika kita berpikir yang penting kan cantik hatinya, kalau fisik itu mengikuti. Kita perhatikan deh, kalau orang yang hatinya cantik, otomatis wajahnya akan senantiasa berseri dan itu membuat fisiknya terihat cantik. Tapi, kalau orang yang hanya cantik fisiknya saja, tapi hatinya tidak, kecantikannya akan terlihat semu.
Nah, begitu pun dengan gadget. Ketika kita hanya memperhatikan fisik (tampilan) saja, maka belum tentu gadget itu memiliki konten yang bagus. Tapi, ketika gadget itu memiliki konten yang bagus, otomatis  dari tampilan pun akan terlihat mengesankan.
Apa kita mau punya gadget yang dari segi tampilan terlihat seperti bagus tapi miskin konten? Tentunya kebanyakan orang akan menjawab tidak. Orang tidak akan merasa puas hanya memiliki gadget yang super ‘cantik’ tapi tidak ada ‘sesuatu’ yang berbeda dari gadget lain. Ketika kita memiliki gadget, kita ingin alat itu multi fungsi. Ia bisa memenuhi setiap kebutuhan dan keinginan kita. Gadget harusah memiliki konten yang memudahkan setiap hal yang kita lakukan. Jadi, gadget dan konten memang dua hal yang tidak bisa dipisahkan. 

Kamis, 28 Agustus 2014

Bersahabat Dengan Al-Quran

03.51 0 Comments

“Aduh, HP-ku ketinggalan.”
“Wah, tempat kosmetikku nggak kebawa.”

Pernah dengar keluhan seperti di atas? Atau kita mengalaminya sendiri?
Sepertinya ada sesuatu yang kurang kalau HP kita tertinggal. Atau untuk sebagian wanita, perasaan yang sama juga terjadi ketika alat-alat kosmetik lupa tidak terbawa. Pertanyaannya, pernahkah kita merasa tidak nyaman atau tidak tenang ketika kita lupa membawa Al-Quran?
Mungkin di zaman sekarang, sudah bukan alasan lagi kalau kita katakan ribet atau berat ketika membawa Al-Quran. Di zaman yang sudah semakin canggih, aplikasi Al-Quran sudah tersedia di seluruh ponsel. Tidak ada alasan bagi kita untuk absen mengaji.
Meskipun untuk sebagian orang ada yang lebih nyaman untuk tetap mengaji menggunakan mushaf Al-Quran. Mereka merasa lebih menikmati dan menjiwai ketika membaca dari mushaf. Tapi, itu pun bukan menjadi suatu masalah. Bagi kita, umat muslim Indonesia, tidak perlu merasa kesulitan untuk mencari Al-Quran yang terbaik. Akhir-akhir ini beberapa penerbit mengeluarkan Al-Quran dengan beberapa nilai tambah lainnya, mulai dari tafsir ayat hingga asbabun nuzul. Tidak hanya itu, bahkan bagi sebagian orang yang belum bisa sama sekali membaca Al-Quran pun, sekarang sudah banyak tersedia Al-Quran yang dilengkapi digital pen. Bahkan, Al-Quran untuk anak-anak pun sekarang sudah bisa kita jumpai. Al-Quran yang dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik bagi anak-anak ini, sangat membantu kita mengajak mereka untuk mencintai Al-Quran.
Tinggal di negeri yang mayoritas muslim memang memberikan banyak kemudahan untuk mempelajari agama, termasuk mempelajari Al-Quran. Kita menginginkan Al-Quran seperti apapun, semuanya ada di sini. Yang terpenting sekarang ialah bagaimana kita mulai bersahabat dengan Al-Quran. Al-Quran yang ada tidak hanya dijadikan pajangan indah di rak buku, tapi menjadi sahabat kita dalam melangkah di bumi Allah ini.

Rabu, 27 Agustus 2014

Memperbaiki Generasi

05.35 0 Comments
Bacaan anak? Kualitas buku anak di Indonesia? Minat baca anak?

Semua pertanyaan yang mungkin muncul dalam benak kita ketika membandingkan perkembangan buku anak di Indonesia dengan negara lain. Mulai dari seberapa berkualitasnya buku-buku bacaan anak di negeri ini sampai seberapa jauh minta anak-anak untuk membaca.

Memang kita harus akui, minat baca di negeri ini belumlah sehebat negera-negara maju. Kita akan lebih mudah mencari kerumunan anak di tempat-tempat game online atau di mall daripada di perpustakaan atau toko buku. Sudah bukan rahasia lagi ketika kita bertanya kepada anak-anak kita, apa yang mereka lakukan di waktu luang, kebanyakan akan menjawab menonton TV atau bermain game.

Sebenarnya kita tidak harus menyalahkan mereka, karena bagaimanapun kebiasaan anak itu terbentuk karena kita yang membiasakannya seperti itu. Ketika kita membiasakan mereka untuk mencintai buku, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang mencintai dan menghargai buku.

Untuk itu, segala cara harus dilakukan agar anak-anak mulai belajar untuk mencintai buku. Selain itu, buku-buku yang ada pun harus mampu membuat mereka dengan ikhlas meninggalkan televisi dan game.

Patut kita acungi jempol, karena semakin hari, buku-buku anak di Indonesia semakin beragam dan berkualitas. Para penulis bacaan anak, baik itu orang dewasa ataupun anak-anak, sudah semakin kreatif menyajikan bacaan yang renyah untuk dinikmati oleh anak-anak.

Dan itu merupakan sebuah proses menuju perubahan yang positif. Karena ketika kita bermimpi untuk memperbaiki bangsa ini, akan lebih mudah untuk menyiapkan generasi mudanya dulu. Dan itu semua diawali dari membiasakan anak-anak untuk membaca buku. Generasi membaca akan menjadikan bangsa ini semakin cerdas berpikir dan bertindak.