Minggu, 31 Januari 2016

Bertanyalah!

17.54 0 Comments
Sumber: www.yanuarariefudin.wordpress.com 

Malu bertanya sesat di jalan. Sebuah ungkapan yang seringkali kita dengar, bahkan sejak kita masih kecil. Ungkapan itu sebenarnya menanamkan dalam pikiran kita, kalau tidak ada yang salah dengan bertanya. Selain itu, ada banyak manfaat ketika kita memiliki keinginan dan keberanian untuk bertanya.
Ya, keinginan dan keberanian. Mengapa harus dua hal itu? Mengapa tidak salah satu saja? Hmm...Seseorang yang hanya memiliki keinginan untuk bertanya tapi dia tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya, maka ia tidak akan bisa menyampaikan apa yang ingin ia tanyakan. Dan begitupun sebaliknya, ketika seseorang memiliki keberanian untuk bertanya, tapi ada rasa malas dalam dirinya, maka keberanian itu hanya sekedar terpendam dalam hatinya. Keinginan dan keberanian untuk bertanya memang harus dijadikan sebagai sebuah pembiasaan.
Tapi, untuk membiasakan seseorang berani dan memiliki keinginan untuk bertanya itu tidak mudah. Karena kadang, tidak sedikit orang yang merasa malu dan takut untuk bertanya. Beberapa orang masih berpikiran, kalau seseorang itu bertanya, maka dia itu tidak pintar. Hal itu muncul karena di sebagian masyarakat kita mendidik anak-anak untuk menjadi pribadi yang tidak banyak bicara. Ketika ada anak yang aktif bertanya, maka si anak akan dilabeli sebagai anak cerewet dan bukan anak yang baik. Pelabelan itu terus tertanam hingga ia tumbuh dewasa, sehingga ketika ia besar, akan sulit untuk menumbuhkan keberanian dan keinginannya untuk bertanya.
Kita bisa perhatikan di beberapa sekolah, kampus, acara-acara pelatihan atau di kehidupan sehari-hari, ketika ada kesempatan untuk bertanya, maka hanya ada beberapa orang yang berani untuk mengangkat tangan. Kebanyakan dari mereka hanya menyimpan rapat ketidaktahuannya. Mereka lebih memilih memendam rasa keingintahuan dalam diri mereka sendiri. Mereka takut dikatakan tidak cerdas, banyak omong, cari perhatian, dan penilaian jelek lainnya. Padahal sebaliknya, ketika seseorang banyak bertanya, maka dialah tipe orang yang cerdas, karena dia kritis dalam menanggapi sesuatu. Meskipun yang perlu ditekankan di sini, kita bertanya karena memang benar-benar belum tahu, bukan dengan niat ingin menguji atau menjatuhkan orang lain.
Sebagai manusia, kita memang difitrahkan untuk terlahir membutuhkan orang lain. Kita bukan Tuhan yang tahu segalanya. Pasti ada saat dimana kita harus bertanya kepada ahlinya. Jangan pernah merasa kecil ketika kita harus bertanya kepada orang lain. Malah sebaliknya, kita harus bersyukur ketika ada kesempatan untuk bertanya.

Kita dituntut bukan untuk menjadi ahli di semua bidang. Kita juga tidak diperintahkan untuk tahu semuanya. Bertanyalah! Karena dengan bertanya kita akan menjadi pribadi yang lebih cerdas. 

Sabtu, 30 Januari 2016

A Good Book Is A Good Friend

17.52 2 Comments

Membaca? Sebuah aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dari diriku. Bahkan sebelum aku menikah, aku punya kebiasaan yang menurut orang lain aneh. Ya, kata orang-orang di sekitarku, aku ini aneh katanya. Coba bayangkan, biasanya kalau orang lapar tuh, dia akan pergi kemana? Restoran, rumah makan, atau mungkin mini market untuk sekedar beli cemilan. Tapi, berbeda denganku.
Aktivitasku sebagai guru private dari satu tempat ke tempat lain, menjadikanku tidak ada di rumah setiap saat. Bahkan ketika waktu makan, aku masih harus mengajar. Aku kadang melupakan waktu makan. Tapi, meskipun ada waktu untuk makan siang, aku akan lebih memilih untuk pergi ke toko buku dan menghabiskan waktu kosong dengan membaca dan mencari buku terbaru di toko buku.
Aku merasa aktivitas yang padat membuatku harus pintar-pintar untuk mencari waktu melakukan hobiku. Seringkali saking asyiknya membaca, aku sampai lupa kalau aku belum makan siang. Sejak kecil aku memang sangat addict dengan buku. Kalau sedang asyik dengan satu buku, aku akan baca sambil makan, tidur, atau bahkan berlibur. Kebiasaan itu sudah aku lakukan sejak masih berumur 4 tahun. 

Aku bersyukur hobiku ini tidak terhenti meski aku sudah menikah. Memiliki pasangan yang sama-sama ‘gila’ buku membuat kami sering menikmati waktu bersama di toko buku. Kami berdua selalu menyisihkan budget untuk membeli minimalnya satu buku setiap bulannya. Tempat nongkrong yang paling sering kami kunjungi ialah toko buku dan pameran buku. Satu hal lagi, suamiku selalu memberikan kejutan hadiah buku di momen-momen istimewa kami.

Oya, mungkin karena aku sangat addict membaca, sampai-sampai aku bertemu jodoh lewat buku. Nggak percaya? Hmm... Suamiku mengenal diriku dari buku yang aku tulis. Kami berdua sama sekali tidak mengenal satu sama lain sebelumnya. Namun takdir Tuhan mempertemukan kami melalui buku solo pertamaku.

So, buat teman-teman semua, book addict is the new sexy. Akan ada sesuatu yang kita dapatkan ketika kita mencintai buku. Jangan pernah katakan kalau membaca itu bikin ngantuk, lelah, bosan. Membaca itu menyenangkan. Tidak ada ceritanya orang membaca menjadi malas atau tidak berkembang. Tapi, malah sebaliknya. Kita bisa melihat kecerdasan seseorang itu dari rajin tidaknya ia membaca buku. Buku itu tidak ada expired date-nya lho, jadi kapanpun dan dimanapun pasti akan bisa dinikmati.
Kita juga harus bersyukur karena sekarang banyak sekali penerbit yang menerbitkan buku-buku berkualitas. Bahkan sebagai kaum perempuan, kita harus double syukurnya, karena ada penerbit buku perempuan. Stiletto Book memang concern terhadap dunia perempuan. Dengan hadirnya Stiletto Book, para perempuan diberikan kemudahan untuk mengembangkan diri.


So, there’s no excuse to love book. A good book is a good friend. Jadilah wanita cerdas dengan terus membaca buku. Dengan buku, kita akan selangkah lebih maju dari wanita lain. Dan, bagiku, buku tidak hanya rangkaian kata, tapi ada pesan cinta yang terasa. 

Nama Lengkap : Intan Siti Noer Rita Daswan
Twitter : @Intandaswan
FB: Intan Daswan
Email : ruangmaknaqu@gmail.com

Jumat, 29 Januari 2016

ACER Liquid Z320, Secure Phone For Children

21.16 0 Comments
Sumber: http://www.acerid.com/

Menjauhkan anak dari gadget? Bagus sekali. Tapi, rasanya akan sangat sulit untuk melakukan hal itu. Melarang dan bahkan menjauhkan sama sekali mereka dengan gadget tentunya butuh usaha ekstra. Dan tentu saja, di era komunikasi sekarang, smartphone merupakan alat yang tidak bisa kita hindari.
Kita tidak bisa menutup mata dan lari dari zaman yang serba canggih sekarang ini. Kalau kita menjauh dari perubahan zaman yang semakin cepat, maka kita akan tertinggal. Tidak hanya itu ketika kita melarang anak-anak kita untuk memakai gadget, sedangkan kita begitu asyik dengan alat yang tidak bisa jauh dari diri ini, apa itu sebuah pendidikan atau sebuah keegoisan?
Untuk sebagian mungkin akan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya gadget dari A sampai Z. Kita akan menekankan mulai dari efek negatif dari internet sampai bahaya radiasi. Padahal sebenarnya, semua itu ada solusi cerdas. Ingat sekali lagi, bukan melarang tapi mengarahkan.
Dan, kini ACER menghadirkan sebuah produk sebagai jawaban kegelisahan kita selama ini. ACER Liquid Z320 hadir dengan fitur yang sangat aman bagi anak-anak. ACER Liquid Z320 memiliki aplikasi Kids Centre yang sangat bersahabat dengan anak-anak. Aplikasi ini aman dari sisi kesehatan dan juga pendidikan.
Dengan aplikasi ini kita sebagai orangtua tidak akan dibuat khawatir meskipun si kecil memainkan gadget. Kita juga tidak perlu ketakutan ketika si kecil asyik sendiri dengan smartphone yang satu ini. ACER Liquid Z320 memiliki kelebihan, diantaranya:
-       Full color è tampilan fitur Kids Centre ini full color, sehingga menarik bagi anak-anak. Icon yang berwarna-warni dari ACER Liquid Z320 ini memang menjadikan penampilannya sangat berbeda dari ponsel pintar lainnya.
-       Channel video è dengan aplikasi ini, anak-anak bisa menikmati video yang cocok dengan usia mereka. Aplikasi ini dibuat berbeda dari youtube. Namun, kita tidak perlu takut anak-anak akan bosan, karena jumlah dari videonya terus bertambah setiap harinya. Kita pun tidak perlu khawatir anak-anak akan ‘tersesat’ melihat hal yang tidak pantas.
-     Coloring pages è aplikasi edukatif ini akan membuat anak-anak betah berlama-lama mewarnai. Ada banyak gambar lucu yang akan mendukung hobi mewarnai anak-anak. Dengan aplikasi ini, anak-anak akan dilatih untuk menjadi lebih kreatif.
-    Aplikasi kamera è yang dibuat sesuai dengan karakter anak-anak. Terdapat bingkai yang lucu pada saat memotret. Selain itu galeri dari Kids Centre ini dibuat terpisah, sehingga hasil jepretan mereka tidak akan tercampur.
-       Extra Safe Zone è aplikasi ini bisa digunakan untuk mengunci ponsel meskipun telah dinyalakan berulang-ulang.
-       Mudah digunakan è jangan merasa takut anak-anak akan merasa kesulitan menggunakan ponsel pintar ini. ACER Liquid Z320 didesain mudah digunakan oleh anak-anak usia dibawah 12 tahun.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh ACER Liquid Z320, maka tidak ada keraguan bagi kita untuk memilikinya. Apalagi bagi mereka yang concern terhadap tumbuh kembang anak-anak. ACER Liquid Z320 produk cerdas yang memadukan kemajuan teknologi dan sisi edukatif bagi anak-anak kita. Dari sisi harga pun, ACER Liquid Z320 sangat bersahabat dengan kita.

Jadi, sudah saatnya kita lebih pintar dalam memilih ponsel pintar bagi anak-anak kita. ACER Liquid Z320 membuat anak-anak menjadi senang dan yang terpenting, orangtua pun akan tetap tenang.  ACER Liquid Z320 is secure phone for children. 

Selasa, 12 Januari 2016

24 Jam

19.45 2 Comments
 
Sumber: www.inspirably.com
24 jam, setiap orang diberikan modal waktu yang sama oleh Allah Swt. Tapi, tidak semua bisa memanfaatkan modal tersebut. Ada yang dengan 24 jam itu bisa berkarya dan bermanfaat bagi sesama, tapi ada juga yang tidak menghasilkan sesuatu yang positif sama sekali.
Orang-orang yang cerdas ialah orang yang mampu memanfaatkan waktu 24 jam dengan aktiftas ibadah. Ibadah di sini tidak hanya berarti kewajiban ritual yang sudah ditentukan caranya. Namun, sebagai seorang muslim, segala aktifitas baik jika diniatkan karena Allah, maka akan dinilai sebagai ibadah.

Tapi, memang tidak mudah untuk mengatur waktu 24 jam itu. Kadang sebagian dari kita seakan terlena dengan modal yang diberikan secara cuma-cuma oleh Allah Swt. Kita sering berpikir, toh masih ada hari esok, masih banyak waktu. Padahal, apakah kita bisa menjamin, usia kita masih ada esok hari? 

Senin, 11 Januari 2016

Pilihan Hidup

21.05 0 Comments

Menjadi seorang ibu rumah tangga adalah pilihan hidup yang telah aku ambil. Aku menentukan pilihan ini dengan sepenuh hati, bukan karena terpaksa atau dipaksa. Bahkan pilihan itu sudah ada dalam benakku ketika aku masih duduk di bangku SMA.
Sebuah pilihan yang diikuti oleh action yang mengarah kesana. Setelah lulus kuliah, aku memilih fakultas pendidikan. Kembali lagi, bukan karena kebetulan atau karena tidak ada pilihan lain. Aku memilih menimba ilmu di fakultas pendidikan, karena menurutku akan ada banyak ilmu yang akan membantu kelak menjadi seorang ibu yang hebat bagi anak-anakku.
Dan sekarang, pilihan itu telah aku ambil. Menghabiskan hari di rumah, menikmati pertumbuhan dan perkembangan si kecil.
Lelah? Hmm...bohong rasanya kalau aku mengatakan tidak lelah dengan aktifitas yang terus sambung menyambung. Tapi, senyuman, ocehan dan tingkah laku si kecil, akan menghapus semua lelah ini. Dan tentu saja aku niatkan segala lelah ini lillah. Aku sangat menikmati setiap detiknya. Aku selalu mengatakan kalau sekarang aku tersita bahagia dengan segala aktifitasku.
Menurutku, (tanpa mengurangi rasa hormat pada wanita karir J ) mengisi hari dengan menemani si kecil dan juga mendampingi suami, jauh lebih penting dibanding dengan bekerja di kantor. Waktu yang telah berlalu tidak akan kembali. Aku tidak bisa membayangkan ketika anak-anakku tumbuh tanpa sentuhan yang cukup dariku. Aku juga tidak ingin menyesal di kemudian hari, ketika anak-anakku tidak dekat denganku. Dna tentu saja, aku juga tidak ingin suamiku menyesal karena telah memilihku.

Hidup itu pilihan. Orang lain mungkin boleh memilih untuk menjadi wanita karir. Aku sangat salut pada mereka yang bisa menyeimbangkan antara karir dan keluarga. Tapi, aku belum bisa seperti itu. Biarlah aku memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Namun, aku juga tidak ingin hanya menjadi ibu biasa. Aku ingin tetap bisa berkarya di rumah. Bagiku, dari rumahlah aku bisa menemukan cinta dan menghadirkan karya lewat kata untuk mengungkap rasa dan menyapa dunia. 

Minggu, 10 Januari 2016

Membahasakan Cinta

18.14 0 Comments

Jika cinta itu hanya kata, ia akan sirna dalam lupa
Jika cinta itu hanya materi, akan ada masa tak berarti
Jika cinta itu hanya rasa, ada saat ia sirna

Memabahasakan cinta itu bukan urusan yang mudah. Butuh skill dan juga keinginan. Kenapa mesti keduanya? Ya ketika keahlian komunikasi ada pada diri kita, tidak berarti serta merta kita akan pandai menyampaikan apa yang terasa. Begitu pun ketika keinginan yang kuat muncul, namun keinginan tanpa ilmu yang cukup pun tentu tidak akan berjalan dengan mulus.
Itulah yang aku rasakan selama satu tahun ini. Bagiku, yang seorang introvert, tentu bukan seperti menjentikkan jari untuk mengungkapkan segalanya. Terkadang ada rasa khawatir, takut, malu dan rasa tidak enak untuk mengungkapkan sesuatu.
Meskipun aku tahu, seharusnya tidak ada yang ditutup-tutupi kepada pasangan sendiri. Keterbukaan dan juga kejujuran jauh lebih baik daripada kepura-puraan. Ya, sejatinya itulah yang harus dimiliki oleh setiap pasangan.
Namun, kembali lagi, orang yang terbiasa tertutup dan menyimpan rapat semuanya, akan merasa sangat kesulitan untuk terbuka. Tapi, semuanya butuh proses dan belajar. Aku pribadi pun sedang terus belajar ke arah itu.
Aku sadar, aku harus belajar untuk terbuka kepada pasangan. Beruntung aku memiliki pasangan yang memahami karakterku. Meski katanya, tidak mudah untuk memahami seorang introvert melankolis plegmatis plus golongan darah A J.

Di akhir tulisan ini, aku hanya ingin mengucap terima kasih kepada suamiku. Setahun perjalanan kita, ada banyak kisah yang kita alami. Terima kasih telah menjadi pendamping yang sabar dan mencoba terus memahami karakterku. Aku memang tidak pandai membahasakan cinta. Tapi, yakinlah, aku mencintaimu karena Allah. Aku selalu berdoa kita akan terus bersama-sama melangah menuju jannah-Nya. Aamiin

Sabtu, 09 Januari 2016

Dua Lelakiku

19.47 0 Comments

Berada diantara dua lelaki yang berkarakter hampir sama, golongan darah sama dan kebiasaan yang sudah terlihat hampir sama. Ya, itulah yang aku rasakan. Aku dan suamiku memang memiliki karakter yang sangat berbeda, bagaikan bumi dan langit J. Dan sekarang, anak laki-lakikupun memiliki banyak kesamaan dengan suamiku. Itu semua kadang membuatku tersenyum-senyum sendiri.
Dua lelaki yang kini hidup bersamaku, menemani setiap embusan napas. Dua lelaki yang kadang membuatku harus memposisikan seandainya aku menjadi mereka. Memang tidak mudah bagiku untuk bersikap sedikit fleksibel, tapi aku harus terus belajar.
Kebiasaan dan karakter mereka memang sangat jauh berbeda denganku. Tapi, aku bersyukur anak laki-lakiku memiliki karakter yang sama dengan ayahnya. Karena menurutku memang lelaki seharusnya seperti itu. Jangan sampai ia mirip denganku yang sangat sensitif (maklum seorang melankolis plegmatis dan golongan darah A pula J ).

Oya, terakhir satu pesanku untuk dua lelakiku, aku memang memiliki karakter yang sangat berbeda dengan kalian. Tapi, satu hal, perbedaan ini akan membuat rumah kita semakin unik dan penuh cerita. Tetaplah menjadi bagian cerita yang berakhir dengan indah bagi kita semua. Selain kedua orangtuaku, kalian berdualah yang akan menjadi jalan bagiku menuju surga-Nya. I do love you coz Allah, ‘duo O’. I’ll always be the best for you J

Jumat, 08 Januari 2016

BP, Boneka Kertas Penuh Imajinasi

10.11 16 Comments
Sumber: www.90gens.com

“Mama mau pergi ke kantor dulu ya.”
“Hari ini aku mau pake baju warna pink dan tas merah aaah...”
“Ayah, hari ini pake jas sama sepatu hitam ya.”

Beberapa kalimat yang sering keluar dari mulut kecilku sambil memasangkan boneka dengan baju dan aksesoris yang sepadan. Si Ayah memakai baju ke kantor, si Ibu memakai rok dan baju dengan warna yang pas, serta nggak ketinggalan anak-anaknya dipakaikan baju yang cocok juga. Kata-kata keluar dengan sendirinya sambil tangan ini dengan lincah mengganti baju sesuka hati.
Boneka kertas, atau di daerahku lebih dikenal dengan sebutan BP (Bongkar Pasang) adalah salah satu permainan yang sangat aku gemari. Dengan berbekal uang Rp. 100,00 – Rp 200,00, aku bisa membeli BP setiap hari.
Mengoleksi berbagai karakter orang dan juga baju serta aksesoris ialah hal yang sangat menyenangkan. Tidak hanya itu, barang-barang milik Bapak dan Mamah yang sudah tidak terpakai, kadang merupakan ‘furniture’ yang asyik untuk digunakan. Tempat pensil, buku dan juga tas pun bisa digunakan kalau kebetulan sedang bermain di sekolah.
Keunikan permainan ini ialah kita bisa dengan lancar mengeluarkan kata-kata dan bercerita. Seolah-olah semuanya sudah direncanakan sebelumnya. Padahal ide cerita itu muncul dengan sendirinya ketika BP mulai diletakkan di depan mata. Bahkan ketika permainan itu dimainkan oleh banyak orang pun, alur cerita tidak akan menjadi kacau balau, malah sebaliknya, akan ada sambung menyambung cerita antar teman. Tema ceritanya pun kadang berbeda-beda setiap harinya, atau mungkin bersambung dari hari sebelumnya.
Sejak usia TK, aku sangat suka bermain BP. Aku sampai mengoleksi BP sebanyak 3 plastik besar. Aku malah tidak jera ketika suatu hari kakak pertamaku membuang dan membakar semua BP-ku. Aku sampai sembunyi-sembunyi untuk membeli dan bermain BP.
Aku sering berpikir sekarang, mungkin salah satunya aku bisa bercerita karena dulu aku tidak pernah absen bermain BP:). Imajinasiku telah terbiasa digunakan sejak aku mulai berinteraksi dengan BP. Ya, terbiasa dengan ngomong ngalor ngidul dengan ide cerita yang muncul dengan tiba-tiba. 

Sepertinya permainan BP itu recommended banget buat anak-anak yang punya imajinasi tinggi. Selain itu, menurutku permainan BP juga bisa menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri, halah... Sebuah pembelaan karena kegilaan pada BP :). Tapi serius lho, coba bayangkan, tangan kita terus aktif menggerakkan si boneka dan mulut pun tidak berhenti bercerita. Eh, tapi apa sekarang masih jaman? J Ya, sudahlah, yang terpenting jamanku itu sesuatu banget kalau anak perempuan punya seabreg BP. 

"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa"

Kamis, 07 Januari 2016

Pahlawan Abah

18.42 0 Comments

Hari ini usiamu tepat 4 bulan. Ibu dan Ayah bersyukur kau tumbuh dengan sehat. Tingkahmu semakin membuat kami selalu ingin dekat denganmu. Senyuman yang tak pernah lepas dari bibir kecilmu ialah semangat yang tak pernah padam untuk kami.
Nak, kau anak yang sholeh. Ayah dan ibu bersyukur karena telah dipercaya mengantarkamu ke dunia ini. Kau selalu membuat kami bahagia. Kau selalu menorehakn kisah indah bagi kami.
Nak, kau tidak hanya angerah terindah bagi Ayah dan Ibu. Kau juga bagai pelita bagi keluarga besar. Abah selalu bilang kalau kau itu pahlawan Abah. Sebuah sebutan yang menurut kami sangat luar biasa.
Nak, teruslah menjadi ‘pahlawan’ bagi Ayah, Ibu, Abah, Nenek dan Mbah serta keluarga besar. Dan yang terpenting kau harus menjadi pahlawan bagi tegaknya kebenaran. Tetaplah menjadi pribadi yang senantiasa berada di jalan-Nya. 
Nak, Ayah dan Ibu selalu berdoa agar kau menjadi anak yang sholeh, sehat, cerdas, tampan dan senantiasa menjadi penyejuk hati bagi kami. Azka Muhammad Hafidz Al-Farizy Abidin, seorang ksatria umat Rasulullah yang suci dan penghafal Al Quran yang taat dan menjadi kebanggan keluarga.