Minggu, 31 Januari 2016

Bertanyalah!

Sumber: www.yanuarariefudin.wordpress.com 

Malu bertanya sesat di jalan. Sebuah ungkapan yang seringkali kita dengar, bahkan sejak kita masih kecil. Ungkapan itu sebenarnya menanamkan dalam pikiran kita, kalau tidak ada yang salah dengan bertanya. Selain itu, ada banyak manfaat ketika kita memiliki keinginan dan keberanian untuk bertanya.
Ya, keinginan dan keberanian. Mengapa harus dua hal itu? Mengapa tidak salah satu saja? Hmm...Seseorang yang hanya memiliki keinginan untuk bertanya tapi dia tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya, maka ia tidak akan bisa menyampaikan apa yang ingin ia tanyakan. Dan begitupun sebaliknya, ketika seseorang memiliki keberanian untuk bertanya, tapi ada rasa malas dalam dirinya, maka keberanian itu hanya sekedar terpendam dalam hatinya. Keinginan dan keberanian untuk bertanya memang harus dijadikan sebagai sebuah pembiasaan.
Tapi, untuk membiasakan seseorang berani dan memiliki keinginan untuk bertanya itu tidak mudah. Karena kadang, tidak sedikit orang yang merasa malu dan takut untuk bertanya. Beberapa orang masih berpikiran, kalau seseorang itu bertanya, maka dia itu tidak pintar. Hal itu muncul karena di sebagian masyarakat kita mendidik anak-anak untuk menjadi pribadi yang tidak banyak bicara. Ketika ada anak yang aktif bertanya, maka si anak akan dilabeli sebagai anak cerewet dan bukan anak yang baik. Pelabelan itu terus tertanam hingga ia tumbuh dewasa, sehingga ketika ia besar, akan sulit untuk menumbuhkan keberanian dan keinginannya untuk bertanya.
Kita bisa perhatikan di beberapa sekolah, kampus, acara-acara pelatihan atau di kehidupan sehari-hari, ketika ada kesempatan untuk bertanya, maka hanya ada beberapa orang yang berani untuk mengangkat tangan. Kebanyakan dari mereka hanya menyimpan rapat ketidaktahuannya. Mereka lebih memilih memendam rasa keingintahuan dalam diri mereka sendiri. Mereka takut dikatakan tidak cerdas, banyak omong, cari perhatian, dan penilaian jelek lainnya. Padahal sebaliknya, ketika seseorang banyak bertanya, maka dialah tipe orang yang cerdas, karena dia kritis dalam menanggapi sesuatu. Meskipun yang perlu ditekankan di sini, kita bertanya karena memang benar-benar belum tahu, bukan dengan niat ingin menguji atau menjatuhkan orang lain.
Sebagai manusia, kita memang difitrahkan untuk terlahir membutuhkan orang lain. Kita bukan Tuhan yang tahu segalanya. Pasti ada saat dimana kita harus bertanya kepada ahlinya. Jangan pernah merasa kecil ketika kita harus bertanya kepada orang lain. Malah sebaliknya, kita harus bersyukur ketika ada kesempatan untuk bertanya.

Kita dituntut bukan untuk menjadi ahli di semua bidang. Kita juga tidak diperintahkan untuk tahu semuanya. Bertanyalah! Karena dengan bertanya kita akan menjadi pribadi yang lebih cerdas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar