Jumat, 08 Januari 2016

BP, Boneka Kertas Penuh Imajinasi

Sumber: www.90gens.com

“Mama mau pergi ke kantor dulu ya.”
“Hari ini aku mau pake baju warna pink dan tas merah aaah...”
“Ayah, hari ini pake jas sama sepatu hitam ya.”

Beberapa kalimat yang sering keluar dari mulut kecilku sambil memasangkan boneka dengan baju dan aksesoris yang sepadan. Si Ayah memakai baju ke kantor, si Ibu memakai rok dan baju dengan warna yang pas, serta nggak ketinggalan anak-anaknya dipakaikan baju yang cocok juga. Kata-kata keluar dengan sendirinya sambil tangan ini dengan lincah mengganti baju sesuka hati.
Boneka kertas, atau di daerahku lebih dikenal dengan sebutan BP (Bongkar Pasang) adalah salah satu permainan yang sangat aku gemari. Dengan berbekal uang Rp. 100,00 – Rp 200,00, aku bisa membeli BP setiap hari.
Mengoleksi berbagai karakter orang dan juga baju serta aksesoris ialah hal yang sangat menyenangkan. Tidak hanya itu, barang-barang milik Bapak dan Mamah yang sudah tidak terpakai, kadang merupakan ‘furniture’ yang asyik untuk digunakan. Tempat pensil, buku dan juga tas pun bisa digunakan kalau kebetulan sedang bermain di sekolah.
Keunikan permainan ini ialah kita bisa dengan lancar mengeluarkan kata-kata dan bercerita. Seolah-olah semuanya sudah direncanakan sebelumnya. Padahal ide cerita itu muncul dengan sendirinya ketika BP mulai diletakkan di depan mata. Bahkan ketika permainan itu dimainkan oleh banyak orang pun, alur cerita tidak akan menjadi kacau balau, malah sebaliknya, akan ada sambung menyambung cerita antar teman. Tema ceritanya pun kadang berbeda-beda setiap harinya, atau mungkin bersambung dari hari sebelumnya.
Sejak usia TK, aku sangat suka bermain BP. Aku sampai mengoleksi BP sebanyak 3 plastik besar. Aku malah tidak jera ketika suatu hari kakak pertamaku membuang dan membakar semua BP-ku. Aku sampai sembunyi-sembunyi untuk membeli dan bermain BP.
Aku sering berpikir sekarang, mungkin salah satunya aku bisa bercerita karena dulu aku tidak pernah absen bermain BP:). Imajinasiku telah terbiasa digunakan sejak aku mulai berinteraksi dengan BP. Ya, terbiasa dengan ngomong ngalor ngidul dengan ide cerita yang muncul dengan tiba-tiba. 

Sepertinya permainan BP itu recommended banget buat anak-anak yang punya imajinasi tinggi. Selain itu, menurutku permainan BP juga bisa menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri, halah... Sebuah pembelaan karena kegilaan pada BP :). Tapi serius lho, coba bayangkan, tangan kita terus aktif menggerakkan si boneka dan mulut pun tidak berhenti bercerita. Eh, tapi apa sekarang masih jaman? J Ya, sudahlah, yang terpenting jamanku itu sesuatu banget kalau anak perempuan punya seabreg BP. 

"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa"

16 komentar:

  1. Saya juga dulu suka banget main BP ^_^

    BalasHapus
  2. BP skrg kualitasnya gak sebagus yg dulu ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bener banget, Mbak. Saya sempat lihat pas keponakan beli :)

      Hapus
  3. ini mainan.aku banget, anteng sendiri.
    Kadang rumah2an yang di buat dr bekas dus sebagai dindingnya, bisa awer samoe beberapa hari, ga pernah diberesin hihi..

    met ngontes :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Hehe...sama mbak. Sampai2 rumah n kamar udah kayak kapal pecah :)
      Makasih banyak udah mampir ke rumah mayaku :)

      Hapus
  4. ini mainan.aku banget, anteng sendiri.
    Kadang rumah2an yang di buat dr bekas dus sebagai dindingnya, bisa awer samoe beberapa hari, ga pernah diberesin hihi..

    met ngontes :)

    BalasHapus
  5. ditempatku namanya rok-rokan mbak

    BalasHapus
  6. Hihihii...aku juga suka banget mainan BP jaman kecil dulu mba. Betul sekali, imajinasi melayang kemana2 secara mendadak sontak. Adaaaa saja cerita yg bisa kita ciptakan saat bermain BP ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Mbak. Pokoknya berasa jadi sutradara gitu ya...:) Mungkin para penulis dulunya suka main BP ya :)

      Hapus
  7. aku juga menyebutnya dengan BP, adikku koleksi sampai banyak sekali nih. Penjual mainannya sampau hapal. Terima kasihsudah berpartisipasi ya

    BalasHapus
  8. Dulu aku segala kotak bekas di rumah dibungkus kertas kado buat jd furniture. Paling asik pake kotak bekas rokoknya pakde pakde.. sama mereka dikumpulin khusus buat aku bikin kursi dan meja BP hihihi xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kita punya kebiasaan yang sama :)

      Hapus