Minggu, 10 Januari 2016

Membahasakan Cinta


Jika cinta itu hanya kata, ia akan sirna dalam lupa
Jika cinta itu hanya materi, akan ada masa tak berarti
Jika cinta itu hanya rasa, ada saat ia sirna

Memabahasakan cinta itu bukan urusan yang mudah. Butuh skill dan juga keinginan. Kenapa mesti keduanya? Ya ketika keahlian komunikasi ada pada diri kita, tidak berarti serta merta kita akan pandai menyampaikan apa yang terasa. Begitu pun ketika keinginan yang kuat muncul, namun keinginan tanpa ilmu yang cukup pun tentu tidak akan berjalan dengan mulus.
Itulah yang aku rasakan selama satu tahun ini. Bagiku, yang seorang introvert, tentu bukan seperti menjentikkan jari untuk mengungkapkan segalanya. Terkadang ada rasa khawatir, takut, malu dan rasa tidak enak untuk mengungkapkan sesuatu.
Meskipun aku tahu, seharusnya tidak ada yang ditutup-tutupi kepada pasangan sendiri. Keterbukaan dan juga kejujuran jauh lebih baik daripada kepura-puraan. Ya, sejatinya itulah yang harus dimiliki oleh setiap pasangan.
Namun, kembali lagi, orang yang terbiasa tertutup dan menyimpan rapat semuanya, akan merasa sangat kesulitan untuk terbuka. Tapi, semuanya butuh proses dan belajar. Aku pribadi pun sedang terus belajar ke arah itu.
Aku sadar, aku harus belajar untuk terbuka kepada pasangan. Beruntung aku memiliki pasangan yang memahami karakterku. Meski katanya, tidak mudah untuk memahami seorang introvert melankolis plegmatis plus golongan darah A J.

Di akhir tulisan ini, aku hanya ingin mengucap terima kasih kepada suamiku. Setahun perjalanan kita, ada banyak kisah yang kita alami. Terima kasih telah menjadi pendamping yang sabar dan mencoba terus memahami karakterku. Aku memang tidak pandai membahasakan cinta. Tapi, yakinlah, aku mencintaimu karena Allah. Aku selalu berdoa kita akan terus bersama-sama melangah menuju jannah-Nya. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar