Kamis, 21 November 2019

Merindu Kota Yogya, Lagi

21.21 21 Comments



“Ibu, Kakak pengen ke Yogya.”

Akhir-akhir ini anak pertamaku yang baru berumur 4 tahun, sering sekali mengucapkan kalimat tersebut. Dia mengenal Yogya dari buku yang dibacanya. Dia sering bertanya tentang Malioboro, Keraton, pantai yang ada di Yogya termasuk tentang bagaimana rasanya naik delman.

Mendengar anak hebat itu sering mengutarakan keinginannya, aku dan suami memiliki keinginan untuk mewujudkannya. Kami juga berpikir, anak-anak kami harus mengenal luasnya dunia ini. Saat ini, kami memang baru memperkenalkan beberapa kota yang ada di Indonesia. Tapi, kami yakin mereka akan menjejakkan kaki di banyak kota dunia ini.

Paksu lagi dapat tugas plus jalan-jalan tipis ke Yogya :)


Yogya, Kota yang Menyimpan Kenangan
Yogya, kota yang memiliki daya pikat tersendiri. Ada magnet kuat yang selalu membuat hati ini ingin mengunjunginya lagi. Tidak ada kata bosan untuk menjejakkan kaki di kota pelajar ini.

Nge-Mall bareng teman baru di Ambarukmo Plaza


Yogya, bagiku kota yang menyimpan banyak cerita. Cerita tentang menjemput impian. Tiga kali menapaki kota gudeg ini, semuanya karena dua passion dalam hidupku. Ya, pertama kali aku mendatangi kota Yogya karena profesi saat itu sekaligus passionku, guru Bahasa Inggris. Kedatangan kedua dan ketiga karena sebab passionku yang lainnya, menulis. Dua kali tulisanku terpilih dalam sebuah kompetisi dan mendapat reward mengikuti pelatihan plus jalan-jalan di Yogya.

Foto bareng semua peserta dari seluruh Indonesia plus pemateri :)


Dapat hadiah Lava Tour pake Jeep nih. Seruuuu....


Aroma Yogya selalu memikat untuk selalu menyapanya. Ada rasa rindu untuk kembali menelusuri keramahan kota satu ini. Entah kenapa, keinginanku untuk mengunjungi lagi Yogya, ternyata sama dengan keinginan suami. Dan, kami memang tengah merencanakan untuk mengajak kedua buah hati kami.

Niat ini sudah kami bicarakan sepulang traveling dari kota Batu. Aku dan suami memang selalu menginvestasikan waktu untuk traveling. Alasannya, karena kami tidak ingin kehilangan momen dan juga ingin mengikat kelekatan. Dengan melakukan traveling bareng pasangan dan buah hati, kami merasakan jauh lebih dekat. Selain itu, pengetahuan dan pengalaman kamu juga bisa bertambah, lho.

Terus, masalah biaya? Jalan-jalan kan nggak bisa terbang sambil puasa? Terus, tidurnya gimana? Masa mau tidur di stasiun atau bandara? Hmmm… Hari ini gini tuh mau traveling nggak harus ngedebit dari rekening sendiri kok. Ada banyak cara buat traveling tetap asyik tanpa biaya yang mencekik.

Nggak percaya? Saat ini banyak loh kesempatan untuk traveling dengan biaya minim bahkan tanpa satu rupiah pun. Aku pun pernah merasakan gratis menginap di hotel 3 hari 2 malam pada waktu traveling ke Batu. Itu semua karena aku menang lomba blog.

#PastiAdaOYO
Sssttt… saat ini aku juga lagi mupeng banget nih jalan-jalan tanpa harus mendebit rekening pribadi. Lumayan kan kalau pas jalan-jalan ke Yogya, nggak harus bingung mikirin biaya nginap di hotel.s

Hmmm… Seandainya aku dapat voucher 70% dari OYO Hotels Indonesia, wah senang pakai banget deh. Liburan bakalan komplit dengan menginap di hotel favorit di Yogya. Makanya, aku tuh sekarang lagi rajin berselancar mencari rekomendasi hotel di Yogya yang pas buat anak-anak.

Ya, secara kan, traveling bawa duo krucil itu harus benar-benar pilih hotel yang ramah anak. Nah, pas lihat di www.oyorooms.com, ternyata banyak juga ya hotel murah meriah di Yogya yang fasilitasnya okey, dan harganya pun sangat ramah di kantong.

Kalau aku tuh paling suka dengan hotel atau penginapan yang ada kolam renangnya. Maklum punya dua bocah yang kalau jalan-jalan tuh harus ada acara nyemplung air. Jadi, sesuatu yang wajib tuh pilih hotel yang ada kolam renangnya plus jaraknya nggak terlalu jauh dari area wisata.

Wah, senang plus-plus deh, plus ngarep juga sih :).  Ya, ngarep banget bisa mewujudkan impianku sama suami. Pengen banget bisa traveling dan dapat hotel yang nyaman buat anak-anak. Ini bakalan jadi hadiah buah anak-anak sekaligus hadiah ulang tahun pernikahanku dan suami. Semoga saja, impian sederhana bagi sebagian orang, tapi sangat berarti bagi kami, bisa terwujud. #PastiAdaOYO

Selasa, 19 November 2019

Cagar Budaya Indonesia, Haruskah Musnah Ditelan Zaman?

23.35 18 Comments


Apa Cagar Budaya Itu?
Menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 2010, Cagar Budaya ialah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya baik yang ada di darat maupun di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Ada Berapa Jumlah Cagar Budaya di Indonesia?
Mungkin pertanyaan ini muncul di benak kita. Tidak semua orang tahu dan paham berapa jumlah Cagar Budaya yang ada di negara kita. Sebagian dari kita juga mungkin tidak cukup mengenal letak Cagar Budaya tersebut.

Menurut data yang dikutip dari www.publikasi.data.kemdikbud.id, terdapat 2.319 Cagar Budaya di Indonesia pada tahun 2018. Provinsi DI Yogyakarta memiliki jumlah paling banyak, yaitu 535 Cagar Budaya. Sedangkan Provinsi Jawa Tengah berada di urutan terbanyak kedua, yaitu 397 Cagar Budaya. Lalu, di urutan ketiga Provinsi Sumatera Barat dengan jumlah 181 Cagar Budaya.

Sedangkan menurut data dari wikpedia, terdapat 1.492 Cagar Budaya di Indonesia pada tahun 2019. Tapi, tidak semua provinsi memiliki atau belum terdeteksi adanya Cagar Budaya. Seperti halnya di Kalimantan Utara, Sulawesi Barat dan Papua Barat.

Contoh Cagar Budaya
Sebenarnya kita sudah sangat familiar dengan Cagar Budaya, loh. Bahkan sejak kita belajar di bangku SD, kita sudah mempelajarinya. Namun, memang cara pembelajaran dan penyampaiannya yang kurang menarik, maka seakan-akan kita acuh tak acuh dengan keberadaan Cagar Budaya tersebut.

Kita patut berbangga ada beberapa Cagar Budaya warisan dunia d Indonesia yang ditetapkan oleh UNESCO, diantaranya:
  • Komplek Candi Borobudur

Sumber: id.wikipedia.org



  • Komplek Candi Prambanan

Sumber: id.wikipedia.org



  • Situs Manusia Purba Sangiran

Sumber: nationalgeographic.grid.id 


  • Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai perwujudan filosofi Tri Hita Karana.


Sumber: id.wikipedia.org


Tentu saja nama-nama itu sudah sangat sering kita dengar, bahkan mungkin kebanyakan orang sudah mengunjunginya. Nah, pertanyaannya, apa kita juga sudah sangat familiar dengan Cagar Budaya yang lainnya. Coba kita perhatikan, pasti kita juga sudah sangat mengenal beberapa Cagar Budaya ini:
  • Benteng Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan




  • Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat

  • Monumen Nasional, Jakarta


  • Gedung Merdeka di Bandung, Jawa Barat


  • Kota Tua, Jakarta




Itu hanya beberapa dari sekian banyak Cagar Budaya yang ada di Indonesia. Dan, tentu saja, sebenarnya kita mungkin sering mendengarnya. Meskipun tidak setiap saat, namun setidaknya kita pernah melihat dan mengunjungi Cagar Budaya tersebut.

Haruskah Cagar Budaya Musnah Ditelan Zaman?
Sebuah pertanyaan yang seharusnya menjadi PR besar bagi kita semua. Saat ini kita tidak menutup mata dengan perkembangan zaman yang begitu pesat. Tuntutan perkembangan di era digital seringkali menggoda kita untuk melupakan warisan budaya.

Masih ingatkah kita dua kasus yang berhubungan dengan perusakan Cagar Budaya? Pertama, pada tahun 2018 pemugaran Cagar Budaya Rumah Kembar di Jalan Gatot Subroto, Bandung. Rumah hasil rancangan Ir. Soekarno ini dihancurkan dan dibangun ulang oleh pemiliknya. Disebut Rumah Kembar karena terdapat dua rumah yang saling berhadapan dengan arsitektur sama, dengan nomor rumah 54 dan 56. Rumah no. 54 inilah yang dihancurkan oleh pemiliknya. Pembongkaran ini tentu saja melanggar Undang-Undang, karena seharusnya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Tim Cagar Budaya.

Rumah Kembar No. 54 yang dihancurkan pemiliknya (Sumber: www.news.detik.com)


Rumah Kembar di seberangnya no. 56 (Sumber: www.newsdetik.com)


Kasus kedua terjadi pada Juni 2019, terjadi perusakan di Waruga Kaima yang berada di Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Diduga motifnya adalah pencarian harta karun yang berada di dalam Waruga.

Waruga yang dibongkar. (Sumber: www.kebudayaan.kemdibud.go.id)


Dua kasus di atas seharusnya menjadi pelajaran penting tentang perlunya pelestarian Cagar Budaya. Mengapa kita harus melestarikan Cagar Budaya? Apa Cagar Budaya tersebut lebih baik dimusnahkan saja?

Tentu saja bukan hal yang etis dan pilihan yang tepat untuk memusnahkan Cagar Budaya. Cagar Budaya merupakan warisan dunia yang memang sudah seharusnya dijaga dan dilestarikan. Cagar Budaya merupakan saksi bisu perjuangan dan kisah masa lalu. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari keberadaan Cagar Budaya.

Tidak hanya itu, Cagara Budaya pun bisa menjadi alat bantu kita menceritakan sejarah masa lalu. Apa jadinya ketika Cagar Budaya tersebut dimusnahkan? Anak cucu kita kehilangan kepingan puzzle sejarah bangsanya dan bahkan sejarah dunia.

Karena alasa itulah, baik itu pemerintah maupun semua pihak sudah sepantasnya dans seharusnya merawat Cagar Budaya. Cagar budaya itu warisan dunia, kekayaan yang menyimpan pesan sejarah. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Maukah kita melihat anak cucu kita tumbuh tanpa adanya saripati nilai-nilai positif dari sejarah masa lalu?



Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog "Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah!" Bagi teman-teman yang ingin mengikuti kompetisi ini, yuk cek infonya di poster ya... :) 

Kompetisi Blog Cagar Budaya Indonesia 

Sabtu, 16 November 2019

Yoforia: Fresh Yogurt dengan Live Probiotics, Bikin Hidupmu Jauh Lebih Sehat!

20.22 17 Comments



Fresh yogurt. Minuman yang pastinya digemari hampir semua orang. Tidak hanya rasa, tapi manfaatnya pun menjadi alasan orang untuk mengkonsumsi yogurt. 

Fresh yogurt dengan live probiotics. Yap, inilah yang benar-benar dicari oleh orang-orang. Kita pastinya melihat banyak jenis yogurt di pasaran. Tapi, yogurt dengan live probiotics ini jauh lebih baik.

Kebanyakan orang mengkonsumsi yogurt sebagai cara untuk menurunkan badan. Hmmm... Memang benar sih, kandungan dietary fiber dalam yogurt dapat membantu program diet kita loh. Tapi, apa hanya itu saja manfaat yogurt? Menurut beberapa penelitian, yogurt memiliki banyak manfaat, diantaranya:
  • Sarat dengan vitamin

Satu porsi yogurt kaya akan kalium, fosfor, riboflavin, yodium, seng, vitamin B5 (asam pantotenat) dan vitamin B12 yang sangat baik untuk mempertahankan sel-sel darah merah serta menjaga sistem saraf agar berfungsi dengan baik.

  • Sumber protein yang baik

Ketika tubuh kita kekurangan protein, maka kita akan mengalami kesulitan berpikir jernih; rambut, kulit dan kuku yang mudah rapuh; hingga kehilangan massa otot; dan darah tidak stabil.

  • Memperlancar sistem pencernaan

Karena yogurt mengandung probiotik, maka akan membantu menyingkirkan bakteri jahat penyebab infeksi di usus. Dengan seperti itu, maka pencernaan kita akan jauh lebih sehat.

  • Menurunkan tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi biasanya disebabkan oleh konsumsi garam yang terlalu banyak. Kandungan kalium dalam yogurt mampu mengeluarkan kelebihan sodium dari tubuh.

  • Menjaga kesehatan tulang

Yogurt mengandung kombinasi kalsium dan vitamin D yang bermanfaat untuk kesehatan tulang. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu tubuh menyerap kasium dengan lebih baik.

  • Memperkuat sistem imun

Kandungan mineral dan gizi yang terdapat dalam yogurt dapat membantu meningkatkan produksi sel T, salah satu sel darah putih yang bertanggung jawab dalam melawan penyakit.

  • Membantu menurunkan berat badan

Yogurt dapat memicu produksi hormon anti lapar, seperti GLP-1 dan Peptide YY.

Itulah sederet manfaat dengan mengkonsumsi yogurt. Nah, pertanyaannya apakah semua yogurt yang dijual di pasaran itu aman dan baik untuk dikonsumsi? Tentu saja kita tidak bisa sembarang memilih yogurt. Kita harus memperhatikan kandungan yang terkandung dalam yogurt tersebut.

Yoforia. Fresh yogurt yang berbeda dengan yogurt yang selama ini kita kenal di pasaran. Yoforia memiliki 3 kelebihan, yaitu:
  1. Yoforia memiliki live probiotics dan tidak melalui proses apapun setelah menjadi yogurt seperti pemanasan atau UHT sehingga bakterinya tetap hidup dan manfaatnya tetap terjaga.
  2. Yoforia menggunakan live probiotics khusus sehingga rasa yang dihasilkan tidak terlalu asam dan lebih creamy.
  3. Yoforia juga mengadung dietary fiber dari buah jeruk alami sehingga teksturmya lebih lembut dan cocok untuk diet.
  4. Yovoria memiliki banyak varian rasa yang unik. Ada 7 rasa yang bisa bikin kita ketagihan. Apa saja ketujuh rasa tersebut?


  • Authentique (Fresh. Light. Authentic)

Rasa yogurt yang ringan dan segar dengan probiotik bisa membantu menyegarkan hari-hari kita dan tentunya membuat pencernaan jauh lebih sehat.

  • Soursop Bliss (Fresh. Tropical. Fruity)

Rasanya yang segar seperti jus sirsak asli, ditambah dengan manfaat probiotik. Cocok banget buat membantu kita menjalani aktifitas dengan tetap fresh.

  • Coffee Cream (Real Coffee. Real Cream)

Dibuat dengan kopi asli. Semua manfaat kopi dan yogut menjadi satu dalam Yoforia Coffee Cream.

  • Berry Smooth (Fresh. Juicy. Sweet)

Sari buah strawberry asli dipadukan ke dalam susu segar, dan rasanya benar-benar bikin ketagihan.

  • Blueberry Good (Fresh. Mellow. Sweet)

Sari buah blueberry asli dipadukan dengan probiotik yang sehat untuk pencernaan kita.

  • Peach Delight (Fresh. Soft. Sweet)

Mengandung sari buah persik. Perpaduan rasa soft dan sweet serta manfaat yogurt dan probiotik membuat kita akan ketagihan

  • Lychee Blast

Mengandung sari buah leci. Perpaduan rasa manis dan segar dari buah leci yang dikombinasikan dengan yogurt.



Itu dia tujuh rasa Yoforia Yogurt yang enak, unik dan menyehatkan. Kalau saya sendiri sih favorit banget sama Yoforia Berry Smooth dan Bluberry Good. Hmmm... Rasanya tuh bikin mood tetap happy setiap saat. Oya, bonusnya lagi nih, cocok  banget buat emak-emak dua anak yang punya cita-cita badan langsing, tapi hobi ngabisiin makanan bocah. Dengan minum Yoforia Yogurt setiap hari, nggak bakalan stress lihat angka di timbangan deh hehehe...



Eh, tapi serius nih, dengan mengkonsumsi Yoforia Yogurt setiap hari, tubuh rasanya jauh lebih sehat loh! Pencernaan lancar, imun tubuh tetap terjaga meski nemenin duo krucil yang lagi aktif-aktifnya. Dan, satu lagi nih, berat badan tetap terjaga setelah melahirkan dan sekarang masih mendapat gelar busui. So, nggak usah ragu, mulai saat ini, kalian kudu plus wajib mengkonsumsi Yoforia Yogurt setiap hari!


Source:
www.yoforia.id
www.lifestyle.kompas.com
www.hellosehat.com

Senin, 04 November 2019

Menyampai Rindu, Mengenang Waktu

05.22 1 Comments



Satu bulan sudah Mamah pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Tulisan ini bukan untuk mencipta sedih yang tak berkesudahan. Untaian kata ini bukan berarti karena aku tidak ikhlas dengan semua yang sudah ditakdirkan oleh Allah Swt. Deretan kalimat ini aku tulis sebagai pengingat diri ketika iman ini mulai menurun.

Aku sadar kepergiaan Mamah yang tiba-tiba, masih membuatku tak percaya. Terkadang aku pun berharap ini semua hanyalah mimpi. Namun, harus aku sadari bahwa semua ini adalah nyata dan sudah digariskan oleh Allah Yang Maha Kuasa.

Siapa yang tidak bahagia mendengar kabar akan kehadiran orang yang paling berjasa dalam hidup? Siapa yang tidak bahagia ketika orang yang pernah ditinggali rahimnya berniat tinggal bersama kita? Siapa yang tidak bahagia akan bertemu seseorang yang sudah hampir satu tahun tak besua?

Namun, siapa yang tidak bersedih ketika semua bahagia itu sirna?
Siapa yang tidak sedih ketika dalam hitungan menit, harapan untuk memeluk dan dipeluk Mamah hanya sekadar mimpi?
Siapa yang tidak bersedih ketika hadirnya Mamah di rumah dalam keadaan sudah tak bernyawa?
Siapa yang tidak bersedih dengan kepergiaan Mamah yang hanya berselang 1,5 bulan dengan Bapak?

Padahal sebelum berangkat dari Bandung, aku beberapa kali memastikan kondisi kesehatan Mamah. Dalam perjalanan pun aku dikabari kalau Mamah sehat dan terlihat menikmati perjalanan, bahkan aku sempat video call-an dengan Mamah dan terlihat senang. Beberapa menit sebelum Mamah akan turun dari kereta api, kondisi beliau masih baik-baik saja. Beberapa saat sebelum kereta api berhenti, aku pun masih mengirim pesan lewat whatsapp menanyakan kabar.

Allah Akbar… Skenario ini memang hak prerogative Allah. Padahal kami berniat membahagiakan Mamah, tapi Allah lebih berhak membuat Mamah jauh lebih bahagia di sana. Kami rindu Mamah, namun Allah jauh lebih rindu dengan Mamah.

Sampai saat ini, rindu itu masih teriris sempurna dalam hati dan pikir. Tangis ini masih saja memaksa untuk menyapa. Imajiku masih saja membayangkan Mamah berada di dekatku. Tapi, kembali lagi, semua ini bukan karena aku tak ikhlash. Tapi, karena ada rindu yang belum terobati, ada cinta yang tak bisa terganti.



Sebagai anak bungsu, tentu saja aku begitu dekat dengan Mamah. Tidak hanya itu, banyak orang mengatakan, kalau wajah dan sifatku sangat mirip dengan Mamah. Ah, sebenarnya kalau sifat, aku masih jauh dikatakan mirip dengan Mamah. Mamah itu orangnya tulus, tidak pernah banyak menuntut, selalu mengalah, tidak suka konflik, selalu menyembunyikan kesedihan, patuh kepada suami, tegar menghadapi ujian kehidupan, dan masih banyak sifat baik Mamah yang belum bisa aku tiru.

Ya, aku belajar tentang hidup dan kehidupan dari Mamah. Aku belajar bagaiman menjadi seorang istri yang baik. Aku belajar menjadi seorang ibu yang hebat. Aku belajar kesederhanaan. Aku belajar mencintai itu tidak sesederhana mengucapkan. Aku belajar tentang ketulusan dan keikhlasan tanpa jeda dari Mamah.

Aku bersyukur bisa terlahir dari rahimnya. Aku bahagia bisa menjadi bagian alur cerita hidup Mamah. Aku berterima kasih karena dibesarkan dengan ketulusan dan cinta darinya.

Saat ini, aku hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan Mamah dan Bapak di sana. Semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, diterangkan kuburnya, dilapangkan kuburnya, diberikan nikmat kubur dan nikmat surga-Nya. Semoga kami bisa bertemu dan berkumpul kembali di surga-Nya. Aamiin…