Selasa, 30 Juni 2020

Bencoolen Coffee, Mewujudkan Impian Menjadi Barista dan Usaha Warung Kopi

23.26 17 Comments

Pelatihan Barista


Barista. Profesi yang akhir-akhir ini sangat familiar di telinga kita, khususnya bagi para pecinta kafe dan kopi. Barista, kafe dan kopi memang tiga hal yang tidak bisa dipisahkan. Penyajia kopi yang menarik dari seorang barista bisa menjadi alasan pengunjung datang ke sebuah kafe.

Warung Kopi. Usaha satu ini tidak akan pernah mati. Dimanapun, yang namanya warung kopi itu selalu saja ada pembelinya. Kopi itu minuman tanpa strata. Meskipun jenis dan cara minum serta penyajiannyalah yang membuatnya memiliki kelas tertentu. Tapi intinya, hampir semua orang suka atau mungkin pernah menyicipi kopi.

Bahkan Indonesia menduduki urutan kedua setelah negara Brazil sebagai negara dengan konsumsi terbesar di dunia. Bahkan menurut data Kementerian Pertanian, konsumsi kopi di Indonesia pada tahun 2021 diprediksi mencapai 370 ribu ton.

Sumber: databoks.katadata.co.id


Masih berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, kopi Indonesia yang diekspor mencapai 467.790 ton dengan nilai US$ 1,19 miliar atau setara dengan Rp 16 triliun dengan kurs rupiah Rp 14 ribu per dollar Amerika Serikat.

Jumlah tersebut memang sesuai dengan hasil produksi kopi di negara ini. Ada 3 provinsi penghasil kopi terbesar yaitu: Sumatera Selatan sebanyak 184.168 ton, Lampung sebanyak 106.746 ton dan Jawa Timur sebanyak 71.551 ton.

Sumber:databoks.katadat.co.id


Indonesia memang memiliki beberapa jenis kopi yang terkenal di dunia, diantaranya: Luwak, Java, Gayo, Toraja, Wamena, Kintamani, Sidikalang, Lanang, Sumatera dan Preanger. Bahkan kata “Java” sekarang menjadi bahasa slang dalam Bahasa Inggris untuk kopi. Tidak hanya itu, salah satu kopi dari Indonesia pun masuk kedalam kategori kopi termahal di dunia. Ya, harga untuk kopi Gayo dibanderol mulai dari Rp 2,4 juta.

Tapi, meskipun harganya ada yang mencapai jutaan, kopi tetaplah menjadi minuman sejuta umat. Oleh karena itu, usaha ataupun profesi yang berhubungan dengan kopi akan tetap dibutuhkan dan dicari. Pertanyaannya sekarang, apa yang bisa membuat berbeda dan memiliki nilai jual tinggi?

Ya, di tengah persaingan usaha, seorang barista harus memiliki keahlian yang lebih baik. Ia harus pandai berinovasi dan berkreasi dalam meracik serta menyajikan kopi. Kopi yang diracik dengan sentuhan nilai seni yang kuat akan lebih bernilai jual tinggi daripada yang disajikan seadanya.

Tidak berbeda jauh dari profesi barista, usaha warung kopi pun membutuhkan ilmu untuk memulai dan menjalankannya. Jika ingin bertahan di tengah persaingan usaha saat ini, kita harus mampu menghadirkan warung kopi yang asyik dan kekinian tentunya.

Bencoolen Coffee. The Bencoolen Coffee brand perusahaan yang didirikan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Usaha ini membantu pemerintah dalam mengembangkan dan mengelola kopi dari hulu ke hilir dan membuatnya lebih mudah bagi pemerintah untuk mengontrol hasil perkebunan kopi. The Bencoolen Coffee mengelola kopi berkualitas dan jujur untuk menarik konsumen yang akan membeli kopi petani sesuai degan mekanisme yang dikelola oleh The Bencoolen Coffee.


Pelatihan Barista dan Usaha Warung Kopi

Kartu Prakerja

Di tengah pandemic Covid-19, Pemerintah menggulirkan Kartu Prakerja sebagai program bantuan berupa biaya untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja, pekerja yang di-PHK serta yang membutuhkan peningkatan kapasitas.

The Bencoolen Coffee bekerja sama dengan Kemnaker, Skill Academi by Ruang Guru dan juga Mau Belajar Apa menghadirkan pelatihan digital barista dan usaha warung kopi.




Manfaat Mengikuti Pelatihan di Bencoolen Coffee?
Kita akan dididik untuk menjadi Barista yang luar biasa dengan beberapa manfaat dan kelebihan yang tidak akan didapat dari pelatihan lainnya, diantaranya:
  • Pengetahuan Kopi

Kita akan mendapatkan pelatihan dalam mengetahui karakteristik dan jenis KOPI JUJUR, mengetahui jenis kopi, menerapkan teknik pembuatan minuman berbahan dasar kopi dan penjelasan tugas profesi.

  • Memahami kebutuhan menjadi barista

Selain memahami jenis kopi, kita juga akan memahami karakteristik kopi dan cara meracik kopi. Selain itu, kita juga akan mendapatkan pelatihan pemahaman dan penggunaan peralatan kopi yang bisa digunakan oleh seorang barista.

  • Barista handal

Kita akan diberikan tips dan trik dalam meracikkan kopi standard barista. Kita akan mendapat pemahaman dan apresiasi serta memiliki wawasan yang lebih baik tentang rasa dan aroma kopi.

  • Wirausaha warung kopi

Kita juga akan diberikan pelatihan dalam membuka usaha kedai kopi susu kekinian dengan modal minim. Manfaatnya tentu saja kita bisa membuka kedai kopi di daerah tempat tinggal dengan biaya terjangkau namun tetap memberikan penyajian yang dan cita rasa KOPI JUJUR terbaik.


Paket Pelatihan Barista

1. 


 2. 


3. 



Bagaimana Cara Ikut Program Prakerja Bersama Bencoolen Coffee?
Kita cukup mendaftarkan diri lalu lakukan pembayaran.


Siapa Saja yang Dapat Mengikuti Pelatihan Ini?
  • Para kaum milenial
  • Pemilik UMKM
  • Masyarakat umum yang tertarik untuk membuka usaha kedai kopi susu kekinian dengan modal minim
  • Para peserta prakerja yang sudah memiliki kartu prakerja sebagai program bantuan berupa biaya untuk pengembangan kompetensi terdiri dari para pencari kerja, pekerja yang di-PHK, serta yang membutuhkan peningkatan kapasitas.


Apa Saja Syarat Mengikuti Pelatihan Ini?
Tidak ada syarat khusus, peserta hanya disarankan untuk memiliki kelengkapan untuk mengakses materi yang akan disampaikan, yaitu:
  • Koneksi internet yang stabil
  • Gadget (handphone/laptop)
  • Mengunduh aplikasi ZOOM
  • Buku dan alat tulis untuk mencatat


Apa Saja yang Didapatkan dengan Mengikuti Pelatihan Ini?
Materi dibagi menjadi 3 pelatihan utama, yaitu Barista Pemula, Usaha Kedai Kopi Susu Kekinian, dan Outlet Warung Kopi. Jika kita mengikuti semua pelatihan maka akan diberikan bimbingan gratis mengenai meracik kopi dan membuak outlet. Selain itu peserta akan mendapatkan coffee bag (100 gram) secara cuma-cuma sebagai bahan pembuatan kopi (selama ada persediaan dan jumlah terbatas).






Gimana, sudah cukup jelas ya? Jadi bagi siapapun yang ingin menjadi barista luar biasa atau punya impian memiliki warung kopi, yuk ikutan pelatihan di Bencoolen Coffee. Jadilah barista merdeka bersama Bencoolen Coffee.

Untuk info lebih lanjut, langsung saja kunjungi:
Prakerja.bencoolencoffee.com
maubelajarapa.com
skillacademy.com

Alamat Café dan Outlet
PT. CYBER GLOBAL INDONESIA
Gedung Perkantoran Pulo Mas Satu
Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 2
Gedung 6 Lantai 2 No.4
Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, DKI Jakarta 1321





Referensi Tulisan dan Gambar:
bencoolencoffee.com
databoks.katadata.co.id
brilicious.brilio.net

Selasa, 23 Juni 2020

Aplikasi Halodoc, Menikmati Layanan Kesehatan Menjadi Lebih Mudah

20.08 0 Comments



“All the money in the world can’t buy you back good health.” (Reba McEntire)
Kesehatan itu sesuatu yang sangat berharga. Tidak berlebihan loh kalau kita sebut kesehatan itu modal hidup. Coba deh bayangin kalau kita sakit, kita tidak bisa melakukan apa-apa.

Coba deh perhatikan di masa pandemi Covid-19 ini, kayaknya orang-orang semakin aware sama yang namanya kesehatan. Alasannya satu, kita ingin tetap sehat. Bahkan kita mau mengeluarkan uang sendiri untuk melakukan rapid test

Rasanya seperti menjadi tersangka ketika kita tiba-tiba batuk atau bersin di depan umum. Padahal mungkin itu hanya batuk dan bersin biasa. Tapi, tatapan mata orang membuat kita menjadi tidak nyaman.

Melakukan rapid test setidaknya bisa membuat kita jauh lebih tenang karena tahu kondisi tubuh kita. Artinya ketika kita tahu kita sehat, kita bersyukur. Dan, seandainya kondisi tubuh reaktif, kita akan lebih cepat mengambil tindakan dan tentu saja tidak akan menjadi penyebab orang lain tertular juga.

Dari sini, bisa kita katakan, kalau sehat itu segalanya. Kita mau melakukan apapun untuk sehat. Tidak ada yang mau menukar sehat dengan apapun, karena kesehatan itu sesuatu yang sangat penting.

Tapi, tidak jarang kesehatan itu rezeki yang terlupakan. Kita baru sadar nikmatnya sehat ketika kita sakit. Kita baru tahu kalau sehat itu berharga ketika kita harus menghabiskan banyak uang untuk berobat.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati.”
Semua orang sangat familiar dengan ungkapan di atas. Tapi, tidak sedikit yang abai dengan kesehatan. Dengan dalih mumpung masih muda, menikmati hidup, atau sekali-kali kan nggak apa-apa, itulah yang sering terucap ketika kita diingatkan untuk hidup sehat.

Dan, kita baru menyesal ketika rasa sakit menyapa. Padahal sebenarnya tubuh itu sudah memberikan sinyal loh, kalau kita sudah hidup tidak sehat. Tapi, terkadang kita kurang peka mendengar bahasa tubuh kita.

Apalagi di zaman sekarang, banyak faktor yang membuat tubuh menjadi lebih rentan sakit. Kita bisa perhatikan dari pola hidup dan makan kebanyakan orang saat ini. Mulai dari kurang gerak karena apa-apa ingin serba cepat dan instan. Contohnya saja, lebih memilih menggunakan escalator atau lift daripada naik tangga.

Kalau dari pola makan, tidak sedikit yang lebih menyukai makanan siap saji daripada makanan sehat. Makanan tinggi karbo dan rendah serat juga protein menjadi lebih disukai. Ditambah lagi makanan dengan kandungan MSG yang semakin marak, plus minuman dengan pemanis buatan pun sudah semakin digemari.

Namun, akhir-akhir ini sebagain masyarakat Indonesia pun sudah semakin sadar akan pentingnya kesehatan. Menurut survei yang dilakukan Lembaga Asuransi di Indonesia mengungkapkan bahwa, 73% masyarakat Indonesia menempatkan kesehatan menjadi masalah yang paling penting.

Di era perkembangan teknologi saat ini, menjaga kesehatan itu tidak sulit. Edukasi tentang hidup sehat bisa dengan mudah didapatkan. Selain itu, sarana dan prasaaran untuk menjada kesehatan pun semakin marak.

Masyarakat saat ini yang sangat familiar dengan gadget. Bahkan menurut lembaga riset digital marketing Emarketer, memperkirakan Indonesia merupakan negara pengguna aktif smartphone terbesar keempat setelah Cina, India dan Amerika, jumlahnya lebih dari 100 juta orang. Selain itu, hampir 60 juta penduduk Indonsia pun memiliki gadget. Dan, menurut data wearesocial pada tahun 2017, orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari.

Oleh karena itu, MHealth Tech Indonesia membuat terobosan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Didasarkan pada kebutuhan dan kebiasaan masyarakat di zaman sekaranga, maka hadirlah aplikasi Halodoc.

Nah, apa itu aplikasi Halodoc?

Aplikasi Halodoc

Halodoc adalah platform kesehatan yang bertujuan membantu melayani kesehatan masyarakat luas dengan lebih mudah, aman, nyaman, cepat serta professional agar kondisi tubuh lebih fit, aktif dan sehat.

Halodoc dengan tagline-nya simplifying healthcare benar-benar memberikan kemudahan akses kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Halodoc pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 di Jakarta.

Apa Keuntungan Menggunakan Aplikasi Halodoc?
Dengan menginstall aplikasi Halodoc, kita akan mendapat banyak manfaat. Selain kita bisa mengakses kapanpun dan dimanapun, Halodoc juga sudah terintegrasi antara dokter, apotek, rumah sakit dan asuransi.

Manfaat lainnya yang dapat kita peroleh dengan menginstall aplikasi Halodoc ialah:
  • Konsultasi Dokter Online



Saat ini, di Halodoc sudah tergabung sekitar 20.00 dokter dari seluruh Indonesia dengan berbagai macam keahlian medis. Para dokter tersebut sudah memiliki surat tanda registrasi dan juga surat izin praktek. Kerahasian pasien yang berkonsultasi pun dijamin aman.

Fitur Tanya Dokter ini pun ada dua macam, yaitu:
Pertama, bersifat emergensi. Pada kasus ini 68% bisa diselesaikan dengan tindakanmedis digital (anamneses).

Kedua, pasien yang sudah pernah bertemu dokter sehingga ia tinggal follow up dari kasus yang pernah ditangani.

  • Beli Obat

Fitur ini sangat membantu pasien yang ingin membeli obat di apotek sesuai dengan resep dokter tanpa harus membeli langsung. Kita tingga upload resep di apikasi Halodoc dan pesan melalui layanan beli obat.

Halodoc sudah terintegrasi dengan fitur Apotek Antar yaitu platform yang menghubungkan pengguna dengan lebih dari 1000 apotek resmi terdekat dengan pengguna. Selain itu Apotek Antar juga bekerja sama dengan Gojek melalui layanan Go-Med.

Halodoc juga melayani pembelian obat tanpa reseo dokter. Kita bisa mencari obat yang dibutuhkan pada tampilan menu dengan harga yang sudah tercantum.

  • Layanan Lab

Halodoc menyediakan layanan pengujian lab. Kita bisa memesan jasa tes laboratorium dari laboratorium resmi yang sudah bekerja sama dengan Halodoc. Pengambilan darah atau sample urine bisa dilakukan di rumah. Kita bisa mengetahui hasil dari pemeriksaan lab langsung dari aplikasi tanpa harus pergi ke laboratorium.

  • Layanan Periksa Rumah Sakit

Pernah nggak merasa bête harus antri berjam-jam di Rumah Sakit? Aplikasi Halodoc memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk membuat janji dengan dokter tanpa perlu antri berlama-lama di Rumah Sakit.

  • Informasi Kesehatan

Selain memudahkan kita mendapatkan layanan dokter, Rumah Sakit dan obat, Halodoc juga memberika edukasi kesehatan kepada masyarakat. Artikel yang disajikan memberikan pemahaman tentang kesehatan yang mudah dicerna. Dengan membaca artikel yang ada pada aplikasi Halodoc, kita menjadi lebih paham, waspada dan hati-hati dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

  • Fitur Lainnya

Ada dua fitur yang tidak kalah bermanfaatnya, yaitu fitur reminder dan informasi mengenai asuransi yang sangat bermanfaat.


Itu dia fitur yang ada di aplikasi Halodoc. Lengkap banget, kan? Rasanya rugi banget kalau kita nggak install aplikasi satu ini.

Eits, ada satu lagi nih. Halodoc juga menyediakan layanan rapid test, loh. Di masa pandemic covid-19 ini, tentu saja kita masih merasa waswas dan khawatir. Nah, untuk lebih meyakinkan dan tahu kondisi sebenarnya tubuh kita, langsung aja nikmati layanan rapid test dari Halodoc.


Untuk harga rapid test bervariasi sesuai dengan Rumah Sakit dan juga layanan yang diberikan. Kita tinggal memilih yang sesuai dengan lokasi temoat tinggal dan tentunya juga sesuai dengan kondisi keuangan. Tapi, yang terpenting semua Rumah Sakit yang bekerja sama dengan Halodoc sudah sangat terpercaya.


Oya, selain ada aplikasinya, Halodoc juga memiliki akun sosial media yang juga memberikan banyak manfaat bagi kita, loh.

Jadi, mulai sekarang nggak perlu repot atau bingung kalau mau konsultasi ke dokter. Tinggal install aplikasi Halodoc, terus follow juga akun sosial medianya. Yakin deh, dengan aplikasi Halodoc, menikmati layanan kesehatan menjadi lebih mudah.

Rabu, 17 Juni 2020

Let's Read, And We Can See The World

18.35 23 Comments



“A house without books is like a room without windows.” (Horace Mann)

Membaca, sebuah aktivitas yang paling menyenangkan di keluarga kecil kami. Bersyukur sekali ketika saya dipertemukan dengan pasangan hidup yang memiliki hobi sama, membaca. Itu pula salah satu alasan mengapa kami langsung klik meskipun tak pernah saling mengenal sebelumnya.

Kami berdua sama-sama yakin dengan memiliki pasangan yang hobi membaca, akan jauh lebih enak untuk berdiskusi. Selain itu, kami juga sangat yakin, kebiasaan baik ini akan menurun kepada keturunan kami.



Sejak hamil, saya sudah membiasakan membacakan buku untuk buah hati. Bahkan ketika hamil anak pertama, saya ngidam ke pameran buku di Jakarta. Saat itu saya masih hamil muda. Tapi, karena keukeuh, akhirnya saya berangkat dari Bandung ke Jakarta naik bus. Saking pengennya ke pameran buku, saya dan suami berada di pameran dari pagi hingga pameran mau ditutup pada malam hari. Oya, bersyukur kandungan saya tidak apa-apa, karena seharian itu saya tidak terlalu bersemangat makan, hanya karena pengen puas-puasin keliling ke semua stand plus mengikuti bedah bukunya Dr. Muahammad Syafii Antonio.

Ketika anak pertama lahir, saya mulai mengajaknya membaca buku. Saya tidak berpikir sudah berapa buku yang ia sobek atau kena tumpahan makanan dan minuman. Selain membacakan buku, saya dan suami pun memiliki jadwal khusus untuk mengajaknya ke toko buku atau perpustakaan.



Tidak jauh berbeda dengan kehamilan anak pertama. Pada saat hamil tua anak kedua pun, saya memaksakan diri menghadiri kajian yang disampaikan Ustadz Salim A Fillah. Alasannya, karena saya kagum dengan tulisan-tulisannya. Padahal saat itu, saya sudah masuk masuk HPL dan dalam keadaan puasa pula. Tapi, saya berdoa agar Si Adek lahirnya kalau udah ikut kajian aja. Dan, seminggu setelah menghadiri kajian tersebut, saya melahirkan anak kedua dengan selamat.

Kebiasaan membaca pun menurun kepada anak kedua kami. Meskipun saat ini usianya baru 2 tahun, tapi minat bacanya luar biasa. Setidaknya 3 sampai 5 buku, saya harus membacakan buku untuknya setiap hari.




“Possible thing is usual. Usual thing is forced or love.”

Saya dan suami meyakini ini. Semua hal itu akan kembali pada satu kata, “kebiasaan”. Seseorang akan bisa melakukan sesuatu ketika dibiasakan. Dan kebiasaan itu bisa dipaksa atau karena memang suka.

Saya dan suami bisa saja memaksa anak-anak untuk membaca. Tapi, sesuatu yang dipaksa, apalagi bagi anak-anak, akan berdampak kurang baik. Kami ingin menanamkan kebiasaan membaca dengan penuh cinta. Maka kuncinya ada pada “keteladanan”.




“Action speaks louder than speak.”

Anak-anak kami melihat kami sering membaca. Akhirnya, tanpa disadari, mereka akan mengikuti kebiasaan ayah ibunya. Kami tidak pernah menyuruh apalagi memaksa, malah sebaliknya. Mereka akan memaksa kami untuk membacakan buku.

Sebagai ibu, saya sadari memiliki tugas yang jauh lebih berat. Bukankah ibu itu madrasah pertama bagi anak-anaknya? Oleh karena itu, saya ingin menanamkan kebiasaan baik tanpa membuat mereka terpaksa melakukannya.




Buku Itu Investasi

“Kok beli buku terus?”
“Kok harga bukunya mahal?”
“Kasihan masih anak-anak, masa udah dikasih buku.”

Pernyataan-pernyataan di atas sudah sering kami dengar. Kami tidak bisa memaksakan orang lain untuk sepemahaman. Tapi, kami pun tidak ingin luluh hanya karena omongan mereka.

Bagi kami, buku itu investasi. Ketika kami harus mengeluarkan sekian rupiah untuk membeli buku, kami yakin itu akan sebanding dengan ilmu dan pemahaman yang kami dapatkan. Bahkan saya dan suami akan berpikir berkali-kali untuk membeli barang lain daripada untuk membeli buku.



Menumbuhkan minat baca pada anak seperti halnya kita sedang menabur benih baik. Bahkan hasilnya bisa langsung terlihat. Sebagai contoh, ketika saya dan suami ingin menerapkan toilet training pada anak pertama kami, maka kami bacakan buku yang berhubungan dengan hal tersebut.

Contoh lain, ketika saya dinyatakan positif hamil anak kedua. Maka saya bacakan buku tentang sayang adik untuk anak pertama saya. Dan, anak pertama saya bisa menerima kehadiran adiknya. Bahkan hingga saat ini, ia begitu sayang dengan adiknya.



Efek positif lainnya dari membacakan buku bagi anak-anak sejak dini, kebiasaan-kebiasaan baik bisa dengan mudah diterapkan. Misalnya saja saya bisa dengan mudah mengajarkan kebiasaan baca doa, menggosok gigi, mandi, tidur sendiri dan masih banyak lagi, hanya dengan membacakan buku kepada anak-anak sedini mungkin.

Membaca menjadi candu bagi kami sekeluarga. Rasanya ada sesuatu yang hilang ketika kami tidak membaca. Menumbuhkan kebiasaan memang tidak mudah, tapi menghilangkan kebiasaan juga bukan hal yang gampang. Keduanya butuh niat dan usaha.


Aplikasi Let’s Read




Saat ini menumbuhkan minat baca pada anak tidaklah susah. Banyak media yang bisa digunakan untuk menumbuhkan kebiasan baik ini. Apalagi di era teknologi dan zamannya para generasi Alpha. Kita harus semakin cerdas mencari cara agar si kecil memiliki minat baca.

Untuk itulah, kehadiran Let’s Read merupakan solusi bagi para orang tua dari Generasi Alpha. Let’s Read merupakan perpustakaan digital buku cerita anak persembahan komunitas literasi dan The Asia Foundation.

Let’s Read digagas oleh Books for Asia, yakni program literasi yang telah berlangsung sejak 1954. Program tersebut menerima U.S. Library of Congress Literacy Awards atas inovasi dalam promosi literasi pada Desember 2017.

Adapun misi dari Let’s Read diantaranya:
Membudayakan kegemaran membaca pada anak sejak dini melalui:
  1. Digitalisasi cerita bergambar
  2. Pengembangan cerita rakyat yang kaya kearifan local, dan
  3. Penerjemahan buku cerita anak berrkualitas terbitan dalam dan luar negeri ke dalam bahasa nasional dan ibu.


Kita bisa mendapatkan banyak ratusan cerita bergambar di aplikasi Let’s Read. Pokoknya momen membaca bagi anak-anak akan jauh lebih menyenangkan dengan aplikasi Let’s Read. Jadi, mulai sekarang langsung deh unduh aplikasi Let’s Read yang bisa membuat anak-anak semakin jatuh cinta untuk membaca buku. Untuk informasi lebih jelas, langsung aja lihat di media sosial Facebook dan Instagram Let’s Read Indonesia.


Let’s Read, And You’ll Find Something Different!


Bagi saya dan suami, membaca buku bukan hanya sekadar mengeja kata dan mencerna kalimat. Tapi, dengan membaca kami akan terus belajar menjadi orang tua yang hebat bagi anak-anak kami.

Menanamkan minat baca pada anak pun bukan sekadar membuat mereka bisa dan suka membaca. Tapi, kita sedang menabur dan memupuk mental pembelajar. Dengan membaca mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih cerdas hati, cerdas pikir, dan cerdas perilaku. Mereka tidak akan seperti katak dalam tempurung. Namun, mereka akan menjadi seperti burung yang terbang bebas melihat dunia luas. Let’s read, and we can see the world!