Follow Us @soratemplates

Saturday, September 23, 2017

Stop Comment

Sumber: www.ciker.com

“Kok anaknya kurus, pasti susah makan nih.”
“Kok gemuk sih anaknya, awas lho obesitas.”
“Ah, anaknya kok nempel terus sama Mamahnya sih. Manja banget.”
“Ah, kamu tuh nggak kayak anak-anak yang lain. Masa gitu aja nggak bisa.”
“Masa dari tadi cuman diam aja, pemalu banget sih anaknya.”

Pernah dengar ucapan-ucapan seperti itu? Pastinya kita semua sering mendengar pernyataan tersebut terlontar, atau mungkin kita sendiri yang sering mengucapkannya. Rasanya, kalimat-kalimat tersebut sudah sangat familiar di telinga kita.
Fenomena mengomentari ini sepertinya sudah menjadi karakter sebagian dari kita. Rasanya mulut ini gatal kalau tidak mengeluarkan kata-kata ketika melihat sesuatu. Padahal tidak semua orang suka dikomentari, apalagi dengan komentar yang negatif.
Kebiasaan mengomentari orang lain, terutama tumbuh kembang anak-anak, seharusnya bisa segera dihilangkan. Seringkali ucapan yang kita anggap biasa dan lumrah diucapkan itulah yang akan melukai perasaaan dan juga merusak pikiran si anak. Mereka mungkin belum bisa mengungkapkan rasa ketidaknyamanannya. Tapi, mereka sudah bisa mendengar dan merasakan apapun sejak mereka berada dalam kandungan.
Perlu digarisbawahi di sini, perkembangan setiap anak itu berbeda. Ada yang bisa jalan lebih cepat dibanding teman-temannya, tapi ia lambat dalam berbicara. Ada juga yang lebih cepat ngoceh, tapi fisiknya sering sakit-sakitan. Ada bayi yang bertubuh kurus, ada juga yang diberi kelebihan berat badan. Ada anak yang bisa cepat berinteraksi dengan lingkungan baru, tapi ada juga yang butuh waktu lama untuk bisa kenal dengan orang-orang baru.
Intinya jangalah melihat dari satu sisi, tapi lihatlah dari berbagai sisi. Kecerdasan setiap anak itu berbeda-berbeda. Menurut Dr. Howard Gardner, kecerdasan itu meliputi SLIM N BIL, yaitu:
Ø  Spasial – Visual
Orang-orang dengan kecerdasan ini berpikir dalam citra dan gambar.
Ø  Linguistik – Vebal
Kecerdasan dalam berbicara, menulis, membaca, menghubungkan dan menasirkan.
Ø  Interpersonal
Dapat dengan mudah membaca, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain.
Ø  Musikal – Ritmik
Berpikir dalam irama dan melodi.
Ø  Naturalis
Kecerdasan ini menyangkut pertalian seseorang dengan alam. Dengan kata lain, ia bisa berinteraksi baik dengan alam.
Ø  Badan – Kinestetik
Memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan menggunakan fisik dengan mudah dan cekatan.
Ø  Intrapersonal
Memiliki kesadaran reflektif mengenai perasaan dan proses pemikiran diri sendiri.
Ø  Logis – Matematis   
Mampu melibatkan pemecahan masalah secara logis dan ilmiah dan kemampuan matematis.

Setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Bisa jadi, ada yang cerdas secara linguistik-verbal, tapi lemah dalam sisi logis-matematis. Intinya, tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanyalah kecerdasan yang dimilikinya berbeda dari yang lain. Jangan pernah mengatakan seorang anak bodoh dan kita sebagai orang tua gagal ketika mereka tidak bisa berkomunikasi baik degan orang lain. Atau, kita katakan mereka tidak sukses karena tidak bisa memahami berhitung.
Semua anak itu cerdas dan memiliki kelebihannya masing-masing. Berhentilah menilai mereka hanya dari satu sisi saja. Satu hal lagi, buang kebiasaan mengomentari tumbuh kembang anak-anak, baik itu anak kita ataupun anak orang lain, dengan komentar yang negatif. Lebih baik berikan pujian dan afirmasi positif agar mereka merasa lebih dihargai. Tidak hanya itu, sisi psikologis orangtuanya pun akan lebih terjaga ketika mendengar kalimat-kalimat positif. Praise the children or STOP COMMENT!

No comments:

Post a Comment